SEORANG pemimpin harus memberi contoh baik kepada yang dipimpinnya, walau sepahit apa pun yang akan menjadi risikonya. Sebelum meminta bawahannya menunjukkan sikap baik, dia dulu yang harus bersikap baik.

Na ya kidah, semakung ngilu hal sai helau. Iya pai sai nunjukkni (Iyalah, sebelum meminta hal yang baik. Tunjukkan sikap baik dulu).



Seperti halnya, Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah meminta kepala kepolisian dan menteri pertahanan mundur. Hal itu terkait serangan bom bunuh diri di fasilitas publik menewaskan ratusan warga.

Walau sumber berita menolak untuk disebutkan nama mereka karena masalah sensitif, sumber itu menjelaskan banyak tuduhan diarahkan kegagalan intelijen menjelang serangan itu. Namun itulah berita tersiar bahwa presiden mempunyai sikap itu.

Temon do ana, acak tilajuko hal seno jama kuti unyinni. Wat-wat gawoh (Betul itu, lebih baik dilanjutkan mundur itu kalian semua. Ada-ada saja). 

Jumlah korban jiwa akibat serangan bom bunuh diri saat Paskah, Ahad (21/4), di sejumlah gereja dan hotel di Sri Lanka naik jadi 359, kata polisi pada Rabu (24/4) tanpa memberi perincian lebih lanjut.

Juru bicara Kepolisian Ruwan Gunasekera menyiarkan jumlah korban jiwa tersebut tapi tidak memberi perincian korban jiwa dari ketiga gereja dan empat hotel yang menjadi sasaran serangan bom bunuh diri. Pada Selasa (23/4), korban jiwa disebutkan berjumlah 321 orang dan korban cedera 500 orang.

Serangan tersebut pada Selasa (23/4) diklaim oleh kelompok ISIS, yang menyatakan serangan itu dilancarkan oleh tujuh penyerang. Tapi, kelompok itu tidak memberi bukti untuk mendukung pernyataannya.

Jika benar, klaim ISIS tersebut akan membuat pengeboman itu menjadi salah satu serangan paling buruk oleh kelompok tersebut di luar Irak dan Suriah.

Serentetan serangan bom menghancurkan ketenangan di Sri Lanka, negara yang berpenduduk mayoritas penganut Buddha, sejak perang saudara yang melibatkan upaya separatis berakhir 10 tahun lalu.

Serangan pada Minggu juga meningkatkan ketakutan bahwa kekerasan antarmasyarakat akan kembali muncul.

Sri Lanka memiliki penduduk sejumlah 22 juta orang, termasuk warga minoritas Kristen, Muslim, dan Hindu. 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR