BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Gilang Ramadhan, Direktur PT Prabu Sungai Andalas, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan pembelaan dihadapan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi Tanjungkarang, Kamis (6/12/2018).

Dalam pembelaannya, terdakwa meminta maaf kepada kedua orang tua, keluarga, rekan dan majelis hakim atas perbuatan yang dia lakukan.



Baca juga : Aparat Temukan 15 Jenazah di Kali Yigi Papua

Gilang juga dalam peledoinya meminta majelis hakim, untuk dapat mempertimbangkan lagi terkait hukuman apa yang akan diberikan terhadap dirinya.

“Saya memohon maaf dan memohon ampun kepada majelis hakim yang mulia, yang merupakan perpanjangan tangan tuhan di dunia ini. Apa yang telah saya perbuat tidak lain dan tidak bukan hanya mencari nafkah untuk keluarga saya, saya mohon hukuman yang seringan-ringannya," kata dia.

Kuasa Hukum Gilang, Luhut Simanjuntak juga meminta majelis untuk menjatuhi hukuman yang seringan-ringannya kepada Gilang. pihaknya juga meminta terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka blokir rekening tabungan Mandiri milik terdakwa.

Baca juga : Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit

Pada waktu bersamaan sidang pembelaan Gilang berlangsung, tim Jaksa Penuntut Umum  KPK yang dipimpin Taufiq Ibnugroho melakukan penyerahan berkas dua tersangka lain yakni Agus Bakti Nugroho dan Anjar Asmara di ruang informasi Pengadilan Tipikor Tanjungkarang.

 

loading...

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR