KOTABUMI (Lampost.co) -- Untuk mengantisipasi kerugian akibat kegagalan panen padi di musim tanam gadu (April - September), Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Utara menghimbau petani mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP).

Kepala Seksi Alsin, Pupuk dan Pestisida, Bidang Prasarana Sarana Pertanian Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, M. Zulkarnaen, di ruang kerjanya, Rabu (15/8/2018) mengatakan untuk mengantisipasi kerugian akibat kegagalan panen padi bagi petani yang masih melakukan tanam gadu, pihaknya menghimbau bagi petani untuk mendaftar pada program AUTP.



Besaran uang premi yang ditanggung petani pada program tersebut cukup terjangkau, yakni Rp36 ribu/hektare dalam satu musim tanam dengan nilai pertanggungan bila terjadi kegagalan panen senilai Rp6 juta/hektare. Dalam asuransi ini, subsidi yang ditanggung pemerintah untuk setiap premi sebesar Rp144 ribu/hektare dari total biaya premi yang mestinya di bayar sebesar Rp180 ribu/hektare dalam satu kali musim tanam.

Dalam program AUTS, klaim asuransi baru dapat diajukan petani bila kerugian akibat gagal panen padi di areal mencapai 75 persen dengan sebab mengalami bencana banjir, kekeringan, dan Organisme Penganggu Tanaman (OPT) tertentu seperti tikus, wereng cokelat, walang sangit, penggerek batang, ulat grayak. Sedangkan serangan penyakit yang ditanggung asuransi antara lain blast, tungro, bercak cokelat, busuk batang, dan kerdil hampa.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR