KOTABUMI (Lampost.co) -- Minat petani mengikuti program asuransi usaha tani padi (AUTP) pada musim tanam gadu (April - September 2018) yang diluncurkan Direktorat Jendral (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) ke Kabupaten Lampung Utara rendah.

Kepala Seksi Alat Pertanian Pupuk dan Pestisida, Bidang Prasarana Sarana Pertanian (PSP), Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lampung Utara, M. Zulkarnaen, di ruang kerjanya, Jumat (24/8/2018) mengaku pihaknya kesulitan mengajak petani untuk mengikuti program asuransi tersebut.



Walau secara teknis, kata dia, program itu telah disosialisasikan melalui penyuluh, unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Distan yang tersebar di 23 kecamatan se-Lampura ke kelompok tani (Poktan). Padahal, program AUTP ditujukan untuk meminimalisir dampak kerugian karena gagal panen akibat bencana alam seperti banjir maupun serangan hama yang dimungkinkan terjadi di areal persawahan.

Besaran uang premi yang ditanggung petani cukup terjangkau, yakni Rp36 ribu per hektare untuk satu musim tanam dengan subsidi yang ditanggung pemerintah untuk setiap premi sebesar Rp144 ribu per hektare  dari total biaya premi yang mestinya di bayar petani sebesar Rp180 ribu per hektare.

"Walaupun hanya membayar premi Rp 36 ribu per hektare untuk satu musim tanam, banyak petani masih menyatakan pikir-pikir untuk mengikuti asuransi," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR