KOTABUMI (Lampost.co) -- Minat generasi muda untuk mempelajari sastra lisan Lampung, di Kabupaten Lampung Utara, yakni seni ringget sangat rendah. Sejauh ini, sastra lisan Lampung dari marga Abung tersebut yang dipentaskan saat upacara adat hanya dimainkan oleh generasi-generasi tua dari kelompok masyarakat tradisional Lampung.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara, Nani Rahayu, di ruang kerjanya, Jumat (20/7/2018) mengatakan minat generasi muda untuk mempelajari ringget atau sastra lisan Lampung dari marga Abung rendah.



Hal itu, kat adia dapat di lihat saat beberapa kali agenda workshop tentang sastra tutur Lampung (ringget) yang di gelar di sekolah. Dari beberapa kali agenda di gelar, hanya sedikit siswa atau generasi muda yang mau mengikuti workshop dan belajar ringget.

"Seni ringget sudah mulai ditanggalkan generasi penerus. Hal itu di nilai saat beberapa kali work shop tentang ringget, di gelar di sekolah, hanya sedikit siswa yang mau mengikuti workshop itu dan mau belajar tentang seni ringget," ujarnya.

 

 

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR