JAKARTA (Lampost.co) -- Pameran buku terbesar di Asia Tenggara, The Big Bad olf Book Sale, kembali hadir di Hall 07-10 Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang selama 12 hari dari 29 Maret - 9 April 2018 nonstop selama 24 jam. Opening ceremony akan dibuka Rabu (28/3/2018) untuk undangan dan keesokan harinya untuk umum.

Big Bad Wolf telah diselenggarakan di berbagai negara Asia Tenggara dan di Indonesia pameran ini di kelola PT Jaya Ritel Indonesia. Tahun ini, pameran tersebut didukung penuh oleh Bank Mandiri, MetroTV, IndiHome, Sinarmas Land, Tiki, dan Singa Mas.



Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi, mengatakan pameran digelar untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia yang masih rendah, khususnya anak-anak.

Data UNESCO menunjukkan minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. "Artinya, dari 10 ribu anak Indonesia, hanya satu orang yang senang membaca," kata Uli kepada pers di Jakarta, Kamis (22/3/2018) sore.

Sementara studi dari Central Connecticut Sate University (2016) mengenai Most Literate Nation in The World menepatkan Indonesia sebagai negara ke-60 dari 61 negara.

Per Januri 2018, data Statisa.com menunjukkan 44 persen masyarakat dewasa Indonesia menggunakan smartphone untuk mengambil foto dan video, sedangkan yang menggunakannya untuk membaca hanya 3 persen. Sebab itulah, pihaknya masih konsisten untuk terus meningkatkan minat baca dengan memberikan bacaan yang baik.

The Big Bad Wolf Book Sale tahun ini menyediakan 5,5 juta buku dengan potongan harga 60-80 persen untuk semua buku. "Bahkan tahun ini kami menambahkan jumlah buku baik buku internasional maupun lokal berbahasa Indonesia dari 10 penerbit lokal, serta buku berbahasa Mandarin," kata Uli.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR