PANARAGAN (Lampost.co) -- Seorang mandor di perusahaan pengolah tapioka di kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba) terpaksa harus berurusan dengan Team Khusus Ant Bandit (Tekab) 308 Polres Tulangbawang karena tersangka AA (35), memilik dan menyimpan senjata api (senpi) rakitan berikut belasan butir amunisi aktif secara illegal.
Kasat Reskrim AKP Zainul Fachry, mewakili Kapolres Tulangbawang AKBP Syaiful Wahyudi, mengatakan pelaku ditangkap hari Selasa (16/07), sekira pukul 10.00 WIB, di areal PT. BW (bumi waras) Seruni, Tiyuh/Kampung Sakti Jaya, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
“AA yang berprofesi sebagai mandor konstruksi mesin, merupakan warga Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur,” ujar AKP Zainul kepada Lampost.co, Rabu (17/07/2019).
Penangkapan terhadap pelaku, berdasarkan informasi dari warga masyarakat yang mengatakan ada oknum karyawan perusahaan yang memilik senpi rakitan.
Berbekal informasi tersebut, petugas kami langsung melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenarannya. Setelah ditemukan orang seperti ciri-ciri yang disebutkan oleh warga, petugas kami langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan menunjukkan tempat dimana senpi rakitan berikut belasan butir amunisi..
“Senpi rakitan jenis revolver berwarna silver dengan gagang kayu berwarna cokelat berikut 12 butir amunisi aktif call 5,56 mm disimpan oleh pelaku di dalam gudang dan disembunyikan di dalam sebuah kardus,” ungkap AKP Zainul.
Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Tulangbawang dan akan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang larangan kepemilikan senpi dan amunisi secara illegal.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR