JAKARTA (Lampost.co) -- Dalam pemaparan konsep ekonomi oleh Drajad Wibowo, anggota BPN tersebut mengatakan keinginan paslon Prabowo-Sandi menciptakan millenial ‘tangan di atas’. Juru bicara milenial TKN, Lathifa Al Anshori mempertanyakan mengapa konsep ekonomi tersebut berat sebelah dan merendahkan pencari kerja.

“Jika di konsep itu disebut millenial harus jadi tangan di atas dengan menjadi pembuat lapangan pekerjaan, berarti yang mencari lapangan pekerjaan disebut pihak tangan di bawah dong. Millenial maunya bekerja dan mendapatkan penghasilan yang mencukupi, baik sebagai pekerja atau pemberi kerja, kenapa harus direndahkan duluan dengan konsep ekonomi Prabowo-Sandi," kata dia.



Pihaknya juga beranggapan bahwa narasi Drajad masih terpaku pada satu sektor saja, yaitu sektor konvensional. Sementara millenial bisa merambah berbagai bidang pekerjain lain yang non-konvensional. Untung bagi angkatan muda Indonesia saat ini, pemerintahan Jokowi telah mencakupi kedua sektor tersebut. Di era Jokowi, pengembangan potensi usaha dilakukan dari kedua sisi, yaitu dari pengusaha yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas SDM pencari kerja.

“Sehingga yang pengusaha dibantu modal kerja dan pelatihan skill baru. Lalu pencari kerja juga memiliki keahlian yang pas untuk masuk ke dunia kerja. Jadi jodoh, apalagi kalau sudah ada Kartu Pra Kerja, semuanya jadi lebih mudah,” lanjut polisi muda Partai NasDem ini.

“Semestinya BPN bisa bikin konsep perekonomian yang lebih kreatif dan moderen lah. Masa kapasitas dan potensi milenial mau dibatasi di sektor konvensional saja,” ungkap Lathifa.

 

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR