DEN HARG (Lampost.co)--Tim penyelidik internasional membeberkan bukti baru terkait Malaysia Airlines MH17, empat tahun silam. Mereka menyatakan, MH17 jatuh karena ditembak rudal dari Rusia. Sejumlah perwakilan internasional, termasuk Polisi Federal Australia, hari ini berkumpul di Belanda untuk mengumumkan bukti baru tersebut.

"Analisis rinci gambar video menunjukkan rudal tersebut berasal dari brigade rudal anti-pesawat militer Rusia yang bermarkas di Kursk," kata Wilbert Paulissen dari Kepolisian Nasional Belanda, dikutip dari News.com.au, Jumat (25/5/2018).
Seluruh orang di MH17 yang berjumlah 298 tewas dalam tragedi fatal di Ukraina dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Sebagian besar korban adalah warga negara Belanda dan ada beberapa warga Australia. 
"Kesimpulan kami adalah BUK-TELAR adalah rudal yang menembak jatuh MH370, berasal dari rudal anti-pesawat Rusia," ucapnya.
Temuan sebelumnya mengatakan, lokasi peluncuran rudal adalah dari ladang pertanian yang dikendalikan oleh pejuang pro-Rusia. 
Australia dan negara-negara lain saat ini dikabarkan sedang mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya terkait kasus misterius ini.
Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop bahkan sudah menyatakan bahwa tindakan Rusia ini perlu ditangani secara serius.
"Senjata canggih milik militer Rusia ini dikirim dan digunakan untuk menembak jatuh pesawat sipil harus menjadi perhatian dunia internasional," tukas Bishop.
Meski sebelumnya telah disimpulkan bahwa rudal Rusia yang menembakkan ke arah pesawat sipil ini, tetapi sampai sekarang belum ditentukan siapakah yang harus bertanggung jawab dalam kasus nahas tersebut. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR