BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Badan Narkotika Nasional Pusat (BNN) terus bertekad untuk memerangi peredaran narkoba di seluruh lini sektor, terutama hingga ke pelosok Desa.

Kepala BNN Komjenpol Heru Winarko, memiliki cara cukup unik. Sebagai mantan Kapolda Lampung, metode rembuk pekon yang pernah dijalankan selama dia menjabat di Bumi Ruwai Jurai. Rembuk Pekon sebagai budaya asli Lampung, tentunya dapat diaplikasikan ke dalam Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).



Tentunya, kebijakan tersebut harus diselaraskan dengan anggaran yang memadai, karena Heru merekomendasikan agar Dana Desa (DD), dan Anggaran Dana Desa (ADD), dapat digunakan untuk kegiatan pencegahan. "Salah satunya dengan rembuk pekon. Ada program P4GN, yang dianggarkan," ujarnya di kampus Universitas Bandar Lampung, Selasa (24/4/2018).

Nantinya, lanjut dia, setiap warga dan elemen memiliki kemampuan pengetahuan tentang narkoba. Kemudian cara mencegah yang ditunjang dengan fasilitas. "Contohnya, setiap desa bisa memiliki poliklinik dan juga Posyandu khusus ibu-ibu yang memiliki kemampuan deteksi dini narkoba, yang dibantu dengan masyarakat," kata dia.

Kepala BNNP Lampung Brigjenpol Tagam Sinaga, akan mencoba mengaplikasikan rembuk pekon, yakni upaya musyawarah mufakat yang ada di masyarakat Lampung, sebagaimana program kerja Kepala BNN Pusat Komjen Pol Heru Winarko saat menjabat sebagai Kapolda Lampung. "Karena kebijakan pusat, nanti coba kita aplikasikan. Cuma memang narkoba di desa ini marak, tak ada desa yang tak dimasuki," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR