MESUJI (Lampost.co) -- Sebanyak 13 desa di Kecamatan Mesuji Timur, dan 12 desa di Rawajitu Utara saat ini membutuhkan pasokan air bersih.

Berdasarkan informasi yang dihimpun lampost.co, bagi masyarakat mampu, mereka rela membeli air Rp250.000 per 1000 liter. Sedangkan yang kurang mampu, mereka terpaksa mengandalkan bantuan pemerintah yang tidak setiap hari datang.



Camat Mesuji Timur Tarbin Putra, menerangkan jika pihaknya sudah berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat. 

"Jadwal pendistribusian air bersih hanya hari Senin sampai Jumat saja. Setiap hari air dikirim ke 2 desa dengan 2 mobil pengangkut air," jelas Tarbin. 

Disisi lain, kondisi sama parahnya dirasakan masyarakat Rawajitu Utara. Disana, hanya tersisa Desa Sidang Gunung Tiga saja yang aman dari kekeringan.

"Hanya satu desa saja yang aman, sisanya krisis air bersih. Karena, air yang selama ini digunakan oleh masyarakat sudah berubah menjadi air payau yang rasanya asin. Air tersebut hanya bisa digunakan untuk mandi saja," jelas Camat Rawajitu Utara, Samijo. 

Kondisi jauh berbeda dialami masyarakat di Kecamatan Way Serdang. Disana, masyarakat masih sangat mudah untuk mendapatkan air bersih. 

"Way Serdang, Pamsimas sudah berjalan. Dan sudah didistribusikan ke masyarakat. Namun ada beberapa titik yang belum dioperasikan karena ada kebocoran. Way Sedang bebas dari kekeringan," jelas Camat Way Serdang, Anwar Pamuji.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR