SUKADANA (Lampost.co)--Meski intensitas serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) terus menunjukkan kecenderungan menurun dalam tiga bulan terakhir, namun Dinas Kesehatan Lamtim  mengimbau warga agar masih terus mewaspadai serangan penyakit berbahaya tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim, Nur Syamsu, Kamis  (28/3/2019) menjelaskan, beberapa bulan terakhir intensitas serangan penyakit DBD di Kabupaten Lamtim memang menunjukkan kencendrungan menurun.
Pada Januari 2019 jumlah warga yang terserang penyakit DBD tersebut tercatat mencapai 199 orang. Kemudian pada Februari 2019 jumlah menurun menjadi 69 orang warga yang diserang DBD. Sementara untuk Maret 2019, hingga Kamis (28/3/2019), tercatat sejumlah 22 orang warga Lamtim yang terkena serangan DBD.



“Data tersebut menunjukkan intensitas serangan penyakit DBD cenderung menurun selama tiga bulan terakhir,” katanya.
Intensitas serangan penyakit DBD cenderung menurun, kata dia, sebab serangan penyakit DBD pada 2019 ini memasuki masa siklus lima tahunan. Setiap memasuki masa siklus lima tahunan itu biasanya serangan penyakit DBD akan meledak pada bulan Januari dan perlahan-lahan menurun memsuki Februari, Maret dan seterusnya.

Namun meski demikian, lanjut Nur Syamsu, pihak Dinas Kesehatan Lamtim  tetap rutin melakukan langkah antisipasi, baik berupa penyelidikan epidemologi (PE) dan fogging di sekitar lingkungan rumah warga yang diserang penyakit DBD.

PE dan fogging tersebut tambah Nur Syamsu, tetap rutin dilakukan guna mengantisipasi, karena langkah itu setidaknya bisa untuk memutus mata rantai perkembang biakan nyamuk penular DBD yaitu aedes aegypty.
“Karena bisa juga untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk aedes aegypty, maka baik PE maupun fogging tetap rutin kami lakukan jika ada warga yang terserang DBD,” tambahnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR