LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 6 June
9939

Tags

LAMPUNG POST | Mercon Penebar Maut
Mercon. cdns.klimg.com

Mercon Penebar Maut

PETASAN bukan lagi persoalan sepele. Sudah banyak korban, terutama anak-anak yang tidak paham bom mini yang sering disebut mercon itu bisa mencederai, bahkan merenggut jiwa.
Contoh nyata adalah Ridho Romadhon. Bocah berusia tujuh tahun, warga Kelurahan Maros, Kotaagung, Tanggamus, itu harus meregang nyawa di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, Minggu (4/6/2017), karena bermain petasan. Api dari mercon yang dinyalakan bocah itu menyambar bensin yang sedang dituangkan ibunya yang sedang melayani pembeli. Api segera menyambar tubuh korban dan sang ibu. 
Sebelumnya, mercon juga telah menelan korban. Zahra Nabila (9), warga Jalan Ir Sutami, Kampung Sukajadi, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung, tewas setelah dibawa orang tuanya ke Rumah Sakit Graha Husada, Rabu (31/5/2017).
Tidak hanya korban tewas, petasan juga membuat anak-anak terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Petasan yang sedang dirakit Citra Redi Putrajaya (15), asal Desa Srikaton, Tanjungbintang, Lampung Selatan, tiba-tiba meledak. Akibatnya, korban mengalami luka bakar di dada dan tangan kanan. Korban kemudian dirawat di Ruang Kemuning, RSUDAM.
Rangkaian tragedi itu seharusnya menjadi perhatian semua pihak, baik orang tua, termasuk aparat kepolisian untuk memberantas petasan yang marak pada saat Ramadan. Sebab, para pedagang petasan terang-terangan berjualan di tepi jalan. Mainan penebar maut itu diperdagangkan secara bebas.
Tidak jarang pula maraknya suara petasan yang seolah menjadi tradisi setiap Ramadan membuat masyarakat resah dan kesal. Selain berbahaya, petasan juga sangat mengganggu kekhusyukan ibadah. Sangat disayangkan, Ramadan justru banyak dikotori oleh mereka yang hanya ingin berbuat kesenangan semata, yakni dengan membunyikan petasan di saat umat Islam menunaikan tarawih dan menjelang sahur hingga pagi hari.
Ledakan petasan tersebut kerap membuat orang kaget, bahkan banyak di antara mereka yang melemparkan petasan ke orang yang sedang lewat atau ke rumah-rumah warga. Alangkah baiknya jika polisi melakukan patroli secara berkala di lokasi-lokasi yang kerap membunyikan petasan.
Petugas juga harus benar-benar melakukan razia bom amatir penebar maut yang diperdagangkan. Kemudian langsung memusnahkannya agar tidak lagi ada petasan yang tersisa. Bimbingan dan pengawasan orang tua juga sangat dibutuhkan agar anak-anak berhenti bermain mercon. n

 

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv