LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 12 September
6261

Tags

LAMPUNG POST | Merawat Taman Dipangga
Taman Dipangga. pbs.twimg.com

Merawat Taman Dipangga

PEMBANGUNAN memang membutuhkan pengorbanan. Tapi, pembangunan tidak juga harus mengorbankan warisan budaya bernilai sejarah yang akan menjadi panduan untuk generasi mendatang. Sebab, bangsa beradab adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah dan warisan budayanya.
Kalau menengok ke Bandung, Jawa Barat, banyak sekali peninggalan sejarah yang tetap dipertahankan dan diurus secara saksama demi menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Bahkan, peninggalan ini pun menjadi wisata budaya yang mampu menyedot wisatawan Nusantara maupun mancanegara yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Bagaimana dengan Lampung? Di provinsi paling ujung selatan Pulau Sumatera ini banyak sekali peninggalan budaya, mulai dari zaman kerajaan Nusantara hingga zaman penjajahan. Salah satu peninggalan bersejarah yang tersohor ke mancanegara adalah lampu kapal yang merupakan peninggalan dari dahsyatnya tsunami akibat letusan Krakatau pada tahun 1883 silam.
Lampu kapal tersebut terseret dan terdampar di lokasi Taman Dipangga, Telukbetung. Benda bersejarah itu pun sempat berpindah-pindah, hingga akhirnya guna menjaga kelestariannya pada tahun 1981 dibangun Taman Dipangga dengan luas sekitar 800 meter persegi.
Lokasi ini juga menjadi ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat Lampung yang kian merana karena kian minimnya ruang terbuka hijau (RTH) untuk publik. Ketentuan suatu wilayah harus menyediakan RTH sebesar 30% pun tak pernah terealiasi, bahkan yang sudah ada pun makin tergusur.
Lokasi Taman Dipangga juga menjadi sumber air karena di taman ini tumbuh pohon besar yang berfungsi menyerap air dan dimanfaatkan warga sekitar. Maka, tak heran jika wilayah Suteng yang berada di bawah lokasi Taman Dipangga menjadi sumber air jernih berlimpah yang setiap hari diambil dan diperdagangkan untuk kebutuhan air bersih dan air minum warga kawasan Telukbetung. Dua fungsi Taman Dipangga ini harus tetap dipertahankan, yakni sebagai lokasi cagar budaya dan daerah tangkapan air.
Kalaupun Polda Lampung hendak melakukan pembongkaran terhadap Taman Dipangga guna perluasan areal Polda Lampung terkait dengan kenaikan menjadi tipe A, hendaknya kedua fungsi tadi harus dikedepankan dan tetap dipertahankan. Alternatif lain, Polda bisa memperluas arealnya dengan menambah ke belakang maupun ke samping dengan sistem ganti rugi buat areal tersebut.
Semua pihak sepakat mendukung pembangunan daerah ini di segala bidang. Semua pihak juga sepakat tidak ada yang abadi karena yang abadi adalah perubahan. Tetapi, hendaknya program pembangunan tidak mengubah hal-hal krusial yang berhubungan dengan kelestarian lingkungan dan peninggalan sejarah. Taman Dipangga seharusnya dirawat, bukan dibongkar total.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv