PESAWARAN (Lampost.co): Sebanyak 25 warga Pesawaran, Lampung, mengembalikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka menolak menerima manfaat PKH karena merasa tidak miskin.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran Yulizar mengatakan, warga yang mundur dari program PKH sudah menyerahkan kartu dan buku rekening kepada masing-masing pendampingan untuk diteruskan kepada Kementerian Sosial.



"Alhamdulillah, mungkin mereka telah menyadari tidak berhak lagi menerima program PKH," kata Yulizar, Rabu 28 Agustus 2019. "Mereka sudah merasa mampu secara ekonomi."

Menurut Yulizar, puluhan warga yang mengembalikan kartu PKH menyebar di 11 kecamatan. Dia mendorong warga lain untuk melakukan hal yang sama kalau memang merasa tak pantas masuk program PKH. "Proses penyadaran ini sudah lama kami lakukan, seharusnya pendamping yang menyosialisasikan, bukan malah kami," terang Yulizar.

Yulizar menambahkan, nama warga yang keluar dari program PKH otomatis dihapus data. Nama mereka juga tak bisa diganti oleh orang lain.

Ada tiga kriteria warga bisa keluar dari program PKH. Pertama, peserta mengundurkan diri. Kedua, sudah tidak memiliki komponen PKH. Ketiga, berdasarkan hasil pengamatan pemerintah.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR