RUMAH panggung sebagai salah satu kearifan lokal masyarakat Lampung menjadi salah satu desain bangunan yang aman dari banjir. Desain bangunan yang cocok diaplikasikan pada hunian yang ada di daerah langganan banjir.

Arsitek M Diaz Adi Yudha menilai tidak sedikit masyarakat yang kini waswas huniannya akan kebanjiran kala hujan datang. Untuk itu, dia memberikan beberapa kiat agar rumah tetap aman meski musim hujan mulai tiba.



Diaz menurutkan salah satu penyebab banjir adalah karena tidak berfungsinya drainase atau saluran air hujan. Untuk itu, setiap hunian perlu merancang drainase yang baik sehingga air hujan cepat tersalurkan.

"Drainase juga harus bisa menampung kebutuhan area sekitar lingkungan. Kalau kotor bayak sampah bisa menyebabkan banjir. Jadi balik lagi ke masing-masing rumah," ujar Diaz, belum lama ini.

Selain itu, Diaz menyarankan agar masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, kembali mempertimbangkan mendesain bangunan layaknya rumah tradisional masyarakat Lampung yang umumnya berbentuk panggung.

"Kalau dari sejarahnya nenek moyang kita memang menciptakan rumah panggung untuk menghindari banjir dari aliran sungai yang meluap, hingga menghindari ancaman binatang buas," kata Diaz.

Atas pertimbangan itu, kini menurut Diaz, sudah mulai banyak masyarakat yang kembali menggunakan desain bangunan rumah Nusantara tradisional, dengan cara mengangkat dasar bangunan. Posisi lantai bangunan dibuat lebih tinggi, antara 70—100 cm.

"Sekarang sudah mulai banyak yang kembali ke konsep zaman dahulu, dengan konsep rumah panggung dan bagian bawahnya dibiarkan kosong," ujarnya.

 

Multifungsi

Diza juga menyebut bangunan rumah panggung bisa dibuat multifungsi. Ruangan terbuka pada bagian bawah rumah selain bisa digunakan untuk area serapan air, juga bisa dimanfaatkan sebagai garasi kendaraan atau ruang bersantai keluarga.

Untuk mendirikan sebuah bangunan panggung, beberapa material yang dibutuhkan umumnya adalah kayu, beton, dan baja.

"Konsep rumah panggung sekarang relatif banyak dan semakin modern. Bangunan ini juga masih cocok diaplikasikan di kawasan perkotaan, seperti Bandar Lampung," kata Diaz.

Sementara untuk hunian yang berada di lingkungan perumahan, dan di tengah kota, Diaz menyarankan agar memperbanyak lubang-lubang resapan air, seperti membuat lubang biopori dan tidak menutup semua bagian tanah pada lingkungan bangunan. Cara tersebut untuk membantu penyerapan air hujan. (M2)

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR