BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Rabu siang, 2 November 2017, ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang sudah mulai ramai pengunjung. Jurnalis dari berbagai kantor berita sudah mulai berkumpul, terdakwa yang menjalani proses sidang pun sudah mulai memenuhi penjara.
Hakim dengan jubah hitam beserta jaksa dengan seragam khas cokelatnya telah siap di kursinya masing-masing. Tidak ketinggalan sahabat dan sanak saudara dari terdakwa sudah mulai bersiap menonton kerabatnya yang tengah mencari keadilan.
Saat itu jam dinding pengadilan menunjukkan pukul 13.30, ketuk palu hakim sebagai tanda sidang dibuka untuk umum dimulai. Sidang pertama majelis menghadirkan Hendri alias Hen.
Suasana hening saat kasus ini mulai dibuka. Hendri diketahui mencuri sepeda motor milik oknum polisi di sekitaran Jalan Sultan Agung, beberapa bulan lalu.
Dalam peristiwa itu, satu dari tiga rekannya meninggal diterjang timah panas anggota kepolisian saat terjadinya penangkapan. Hal itulah membuat terdakwa ini melarikan diri meninggalkan anak dan istrinya.
Majelis mulai mencecar pertanyaan kepada Hendri, mempertanyakan selama terdakwa melarikan diri. Dengan nada pelan, terdakwa menjawab, "Saya ke Pulau jawa saat jadi DPO polisi. Namun, karena tidak tahan kangen dengan anak dan dibayangi rasa takut ditembak, saya pulang ke Lampung," kata terdakwa dengan nada sedih.
Terdakwa mengakui perbuatan salahnya dan merasa nyaman saat di dalam penjara ketimbang hidup dengan bayang rasa takut. "Terus terang saya lebih nyaman di sini (di dalam penjara) daripada jadi DPO. Saya takut ditembak seperti kawan yang lain juga kangen sama anak yang lagi lucu-lucunya masih berusia empat tahun," katanya dengan pelan.
Majelis kembali mempertanyakan apakah pernah melakukan menembak? Dengan nada tegas terdakwa menjawab, "Enggak, saya enggak pernah menembak sekalipun. Saya menyerahkan diri juga karena merasa bersalah," katanya.
Tidak memercayai hal tersebut, hakim anggota Iros Beru menceritakan selama pendidikan menjadi hakim. "Meski begini, kami ini pernah menembak juga. Waktu pelatihan kami ini belajar menembak juga," ujar Iroa Beru yang mengundang tawa pengunjung sidang saat itu. 

loading...

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR