KAIN perca adalah barang sisa yang umumnya tidak terpakai. Namun di tangan Fevie Anitasary, kain perca justru bisa mendatangkan rupiah.

Dengan kreativitasnya, Fevie mengolah kain perca menjadi bunga cantik penghias ruangan. Ibu dua anak itu memanfaatkan waktu luang dan hari libur untuk menyulap kain perca menjadi bunga tulip.



"Membuat bunga tulip dari kain perca sangat mudah, yang penting telaten," kata dia, beberapa waktu lalu.

Barang yang dibutuhkan, antara lain gunting, kain perca, lem tembak, benang, jarum, kawat, pot bunga, dan gabus. Melalui latihan dan praktik, produk yang dihasilkan akan makin cantik.

Ia terdorong untuk membuka usaha tersebut setelah belajar membuat kerajinan tangan dari temanya. Selanjutnya hasil kreasi yang sudah jadi diunggah ke media sosial.

Fevie pun mengaku kebanjiran order produk serupa. "Dari yang awalnya belajar untuk koleksi pribadi, sekarang sudah merambah ke ladang bisnis," kata dia.

Satu set bunga tulip dibanderol Rp55 ribu. Selain dijual di pot, pelanggan bisa membeli bunga tulip per tangkai seharga Rp7.000.

Menurut dia, dengan tekad dan ketekunan, barang sisa seperti kain perca ternyata bisa dimanfaatkan untuk mencetak pundi-pundi. "Kebetulan kami ada komunitasnya, di sana bisa saling berbagi dan belajar bareng," ujarnya.

Ia mengaku setiap minggu bisa mengantongi ratusan ribu rupiah dari usaha kain percanya. Cara penjualannya pun relatif sederhana melalui media sosial.

"Jika kita memanfaatkan waktu dengan baik, hasil yang kita terima juga akan memuaskan," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR