UPACARA bendera merupakan kegiatan rutin bagi kalangan akademik. Namun, tidak demikian bagi para pegawai, terutama di sektor swasta. Selain hari Senin, upacara bendera juga dilakukan saat hari penting di antaranya Hari Kesaktian Pancasila, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Kemerdekaan, dan Hari Pendidikan Nasional. Beruntung, saya mendapat kesempatan berharga mengikuti upacara pada 2 Mei lalu, setelah hampir 15 tahun tidak pernah lagi mengikuti seremoni nan sakral itu.

Tidak tanggung-tanggung, undangan menghadiri upacara itu datang dari Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi M Nasir. Sebagai salah satu pemenang lomba jurnalistik, reward yang diberikan Kemenristek-Dikti bukan cuma uang dengan nominal tertentu, tetapi juga kesempatan mengikuti upacara Hari Pendidikan Nasional.



Secara pribadi, saya amat antusias menghadiri upacara itu. Jika reward hanya berupa materi, tentu dalam waktu cepat atau lambat akan habis. Namun, pengalaman menjadi peserta upacara yang dipimpin Menteri tidak akan lekang oleh waktu. Bagian demi bagian dalam rangkaian upacara berjalan khidmat, mulai dari menyiapkan pasukan, pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila, menyanyikan Indonesia Raya sambil menghormat kepada sang saka merah putih, hingga amanat pembina.

Sekelebat kenangan menjadi pemimpin upacara ketika SMA melintas di benak, juga saat saya menjadi tim pelatih paskibra sekolah. Pihak sekolah biasanya menggilir siswa untuk menjadi petugas upacara, misalnya pengibar bendera, dirigen, hingga pemimpin upacara. Dengan cara itu, sekolah telah menanamkan jiwa kepemimpinan pada siswa.

Pengalaman-pengalaman itu juga membuat rasa cinta pada Tanah Air semakin kuat. Tepatlah bahwa upacara bendera menjadi kegiatan rutin di semua jenjang satuan pendidikan. Seluruh bagian dari upacara itu benar-benar efektif menumbuhkan nasionalisme dan patriotisme.

Menyadari manfaat strategis upacara bendera, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Permendikbud Nomor 28/2018 tentang Pedoman Upacara Bendera. Peraturan itu menginstruksikan sekolah untuk menyelenggarakan upacara bendera sebaik-baiknya. Hal itu juga terkait Peraturan Presiden Nomor 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter dan Permendikbud RI Nomor 23/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Ada enam tujuan penyelenggaraan upacara bendera di sekolah yakni memperkuat persatuan dan kesatuan, membiasakan bersikap tertib dan disiplin, meningkatkan kemampuan memimpin, membiasakan kekompakan dan kerja sama, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air.

Namun, rutinitas upacara bendera baru sampai pada tataran satuan pendidikan. Jika upacara juga turut dilaksanakan oleh seluruh perusahaan swasta, minimal pada hari-hari besar nasional, niscaya nasionalisme akan tetap berkobar dalam sanubari.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR