BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Salah satu tugas lembaga prasekolah adalah mampu membentuk anak-anak usia dini untuk terbiasa berperilaku positif. Perilaku yang kemudian dilakukan secara bersama-sama dalam sebuah lingkungan pendidikan hingga masyarakat.
Kepala Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis Anggrek Bandar Lampung, Endang Sundari, mengatakan upaya membentuk perilaku positif pada anak usia dini dapat dilakukan melalui pengenalan pendidikan keagamaan. Lingkungan sekolah sebagai tempat interaksi anak di luar keluarga, dinilai mampu menumbuhkan berbagai perilaku positif anak yang didasari pengetahuan agama.
"Pendidikan agama merupakan aspek pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap manusia sebagai pedoman hidup. Pendidikan agama juga merupakan salah satu sarana penanaman karakter baik, terutama jika diterapkan sejak anak berusia dini," ujar Endang, Selasa (13/3).
Endang mengatakan berbagai karakter positif yang biasa anak terapkan di sekolah dan keluarga, terus terbawa hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas. Berbagai pendidikan terkait nilai-nilai keagamaan mampu melahirkan karakter positif anak, seperti patuh terhadap orang tua dan guru, saling menyayangi sesama, serta mampu menjalani aktivitas sesuai dengan aturan yang ada.
“Menumbuhkan siswa berkarakter melalui pendidikan agama butuh proses dan kesabaran dari semua pihak. Terpenting dalam mendidik anak harus disertai dengan rasa kasih sayang yang tulus sehingga anak akan merasakan apa yang diajarkan,” kata Endang.
Menurut dia, pembekalan pendidikan agama saat ini makin penting. Di era yang serbaterbuka seperti saat ini, anak makin mudah mendapatkan paparan pengaruh buruk dari lingkungan masyarakat. Untuk itu pengaruh baik, seperti mengajarkan nilai-nilai karakter melalui pendidikan agama, menjadi penting diberikan dalam porsi yang juga besar dalam mendidik anak.
"Dengan bekal pendidikan agama yang kuat akan membentuk anak berkarakter baik dan mampu menyaring budaya negatif melalui pemahaman juga logika yang dimiliki anak."

Cara Sederhana
Endang menuturkan untuk mengenalkan anak dengan berbagai perilaku positif, orang tua dan guru harus melakukannya dengan cara-cara sederhana juga menyenangkan. Bermain dan belajar seperti konsep pendidikan yang selama ini diterapkan di PAUD perlu kembali difokuskan.
“Membentuk karakter anak melalui penyampaian pendidikan agama sebenarnya dapat dilakukan dengan cara sederhana, seperti mengajarkan salat, menghafal surah-surah pendek Alquran, dan membaca doa," kata dia.
Selain itu hal lain yang perlu dilakukan adalah membimbing siswa untuk terbiasa melakukan kegiatan keagamaan tersebut, baik saat di lingkungan sekolah maupun ketika di rumah. Tentunya adalah dengan pengawasan kedua orang tua.
Untuk itu di sekolahnya para peserta didik selalu mendapatkan pembekalan pendidikan agama, yang juga melibatkan peran orang tua. 
 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR