LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 7 December
4227
LAMPUNG POST | Menuju Porprov Kompetitif
Porprov VIII/2017 Lampung. Dok. lampost.co

Menuju Porprov Kompetitif

PERGELARAN Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung VIII/2017 telah berakhir. Event yang berlangsung 27 November 2017 hingga 6 Desember 2017 terbukti lebih kompetitif.
Sebanyak 3.848 atlet dari 15 kabupaten/kota se-Lampung bertarung dalam 22 cabang olahraga. Ke-22 cabang olahraga yang dipertandingkan itu adalah atletik, basket, bola voli (voli indoor dan voli pasir).  Kemudian catur, gulat, judo, karate, dan kempo, pencak silat, sepak bola (termasuk futsal), sepak takraw. Lalu, taekwondo, tenis lapangan, dan tenis meja, bridge, dan bulu tangkis.
Para atlet di tiap cabang beradu memperebutkan medali kehormatan. Event olahraga terbesar di Lampung tersebut berlangsung lebih kompetitif dengan bertambahnya enam cabang baru yang dipertandingkan. Sejumlah cabang olahraga tersebut ialah sofbol, wushu, panjat tebing, renang, panahan, dan tinju.
Panitia menyediakan 2.960 medali dengan perincian 488 emas, 488 perak, dan 724 perunggu. Hasilnya, Bandar Lampung keluar sebagai juara dengan 148 emas, 102 perak, dan 94 perunggu, disusul Pesawaran (55, 42, 70) dan Lampung Selatan (47, 57, 74).
Porprov merupakan ajang seleksi atlet seluruh kabupaten/kota di Lampung. Tentu dari ajang ini diharapkan lahir bibit-bibit atlet mumpuni. Atlet muda berprestasi tersebut kelak dapat diproyeksikan berprestasi pada ajang yang lebih tinggi.
Kita tentu sepakat, partisipasi kabupaten/kota mengirimkan wakilnya sangat penting. Banyaknya pesaing akan memacu atlet untuk mengeluarkan kemampuan terbaik. Dalam gelaran Porprov kita pun menantikan munculnya talenta atlet muda yang baru.
Namun, faktanya, dari segi kepesertaan tidak semua daerah mengikuti setiap cabang diperlombakan. Hal itu disebabkan keterbatasan atlet dan juga sarana olahraga di daerah. Pemerataan kepesertaan masih menjadi catatan Porprov kali ini.
Akibatnya, daerah yang menonjol hanya itu-itu saja. Misalnya Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Pringsewu yang memang lumbung atlet. Kita berharap pada penyelenggaraan mendatang pemerataan kepesertaan tiap daerah menjadi lebih baik.
Lalu panitia juga seharusnya menerapkan pembatasan jumlah atlet senior. Sebab, ajang Porprov bukan hanya memperebutkan gelar juara daerah, melainkan juga lebih pada pembinaan atlet muda, seperti terlihat pada futsal, renang, dan bola voli.
Kita juga patut apresiasi seluruh kontingen menjamin tidak memakai atlet luar daerah. Hal itu sejalan dengan imbauan Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang meminta peserta Porprov adalah olahragawan asli Lampung, baik senior maupun junior.
Semoga Porprov melahirkan atlet terbaik Lampung di masa mendatang. Atlet yang akan merebut kembali nama baik Lampung di berbagai ajang kompetisi olahraga. Jangan jadikan event ini ajang tahunan minim semangat regenerasi atlet dan kompetisi. n

LAMPUNG POST

BAGIKAN

TRANSLATE

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv