INDONESIA memasuki era revolusi industri 4.0. Salah satu syarat bersaing pada zaman internet ini adalah penguasaan teknologi. Tanpa itu semua, maka bangsa ini hanya menjadi penonton dan pasar negara maju.

Tantangan era digital rupaya sudah direspons cepat anak bangsa, salah satunya PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC Cabang Pelabuhan Panjang. Badan usaha milik negara yang bergerak bidang pelayanan pelabuhan ini bersiap dengan teknologi digitalnya.



Program Indonesia Port Corporation (IPC) Pelabuhan Panjang menuju digital port 2020 merupakan keniscayaan. Mendigitalisasi Pelabuhan Panjang sudah cukup mendesak. Apalagi data menunjukkan Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan terbesar nomor dua di Indonesia. Sekitar 85% kapal yang singgah merupakan kapal internasional.

Teknologi digital akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah dan negara. Lebih luasnya, digitalisasi menunjukkan kesiapan Indonesia berdaya saing dengan negara lain.

Dengan digitalisasi pelabuhan tentulah akan mempermudah proses operasi pelabuhan, mempercepat pelayanan, serta menekan biaya logistik sebesar 20%—30%. Pada akhirnya meningkatkan daya saing produk nasional. Hampir dipastikan tidak ada lagi praktik pungutan liar di pelabuhan karena teknologi mengurangi intensitas pertemuan antara pengusaha dan pengelola.

Keuntungan bagi perekonomian daerah, digitalisasi pelabuhan telah dikalkulasi mampu memberikan kontribusi 0,9% terhadap pertumbuhan ekonomi. Pelabuhan akan menjadi mesin penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, pemanfaatan teknologi digital mutlak dilakukan dan manfaatnya dapat langsung dirasakan. Dalam era digital bisnis, pelabuhan harus bisa menjaga struktur biayanya tetap efisien dengan pelayanan yang maksimal.

Dengan demikian, optimalisasi kegiatan operasional pelabuhan yang kompleks bisa terkelola efektif dan efisien. Studi Microsoft menyebutkan transformasi digital di Indonesia akan menyumbang sebesar 22 miliar dolar AS pada produk domestik bruto hingga tahun 2021 dan meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 0,4% per tahun.

Melalui pengelolaan data yang maksimal tentunya dapat meningkatkan aspek kualitas layanan, proses bisnis dan margin serta mendorong tingkat kepuasan pelanggan. Termasuk mencegah kebocoran pendapatan di pelabuhan itu sendiri.

Publik tentu mendambakan smart port dengan pelayanan yang terintegrasi koneksi digital. Untuk merealisasikannya tentulah perlu kerja keras dan dukungan semua pihak. Bukan hanya pemerintah, melainkan juga pengusaha, organisasi dan semua stakeholder.

Komitmen Pelindo II Cabang Panjang untuk segera mewujudkan pelabuhan digital harus segera direalisasikan. Perekonomian Lampung makin melesat jika ditopang dengan pelabuhan internasional yang canggih.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR