BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan 20 Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di delapan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan batu prasasti di aula Asrama Haji, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (19/12/2017).

Ke-20 KUA itu terdapat di kabupaten Way Kanan, Lampung Selatan, Pesawaran, Lampung Barat, Bandar Lampung, dua KUA di kabupaten Tanggamus, tujuh kantor di Lampung Timur, dan enam KUA di Lampung Tengah. Pembangunan kantor yang menggunakan dana Kementerian Agama (Kemenag) itu sebagai tempat pelayanan balai nikah dan manasik haji masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo; Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Suhaili; Rektor Universitas Islam Negeri Lampung, M. Mukri; Rektor IAIN Metro.



Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan gedung KUA itu adalah sebagai pusat manasik haji dan balai nikah guna peningkatan kualitas keagamaan di masyarakat. Dua pelayanan tersebut menjadi fokus dari Kemenag. Terlebih, dalam urusan pernikahan kini patut ditanggapi secara serius.
"Pernikahan sekarang sudah banyak mengalami pergeseran. Perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga semakin meningkat angkanya setiap tahun. Itu, karena tidak tahunya pengetahuan secara sistematis dari remaja saat menikah. Tugas dan tanggung jawab suami-istri belum tahu. Semuanya mengalir begitu saja," kata Lukman.

Menurutnya, pendidikan pranikah sangat disarankan untuk diikuti bagi setiap calon pasangan untuk memahami pengetahuan yang ada didalam pernikahan tersebut. "Pendidikan bagi calon orang tua itu penting. Sebab, orangtua yang berpendidikan lah yang akan membentuk anak menjadi baik," ujarnya.
Dia melanjutkan, dalam pembangunan 20 KUA tersebut, pemerintah daerah berperan sangat kooperatif dalam menghibahkan lahannya kepada Kemenag. Sebab, ketentuannya adalah Kemenag tidak boleh membangun gedung yang status tanahnya bukan milik kemenag.
"Bisa dibangun, syaratnya pemda bisa menghibahkannya, karena manfaatnya pun kembali kepada masyarakat itu sendiri. Ini adalah upaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana kehidupan masyarakat menjadi lebih baik," tuturnya dihadapan ratusan penghulu, penyuluh agama, dan PNS dilingkungan Kanwil Kemenag Lampung.

Lukman turut berpesan menjelang memasukinya tahun politik ditahun 2018, penyuluh agama, penghulu, dan AMAN dibidang keagamaan dapat bertugas sesuai esensinya masing-masing. "Ditahun politik itu, agama bisa diseret-seret sebagai pemancing konflik demi segelintir kepentingan. Ini harus disikapi dengan arif dan bijak," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR