BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Menteri Sosial RI, Idrus Marham menjelaskan penanganan korban bencana dan tanggap darurat menjadi tanggung jawabnya untuk disantuni dan diperhatikan termasuk bagi keluarga yang terkena ledakan bom baik menjadi korban jiwa maupun luka-luka.
"Dalam menangani korban ledakan bom itu kami sudah programkan. Tahap pertama adalah tanggap darurat. Kami memikirkan caranya keluarga itu bisa makan dan terpenuhi kebutuhannya," kata Idrus usai menghadiri Dialog Nasional bertajuk Indonesia Maju di Pascasarjana Universitas Bandar Lampung, Senin (14/5/2018).
Sementara itu, kepada korban meninggal dunia akan diberikan santunan kepada keluarganya sebesar Rp15 juta. "Akan kami berikan semacam sumbangan, tidak perlu datang tetapi kami kirimkan," ujar politisi Partai Golkar itu.
Kendati demikian, perhatian itu diberikan pula kepada keluarga terduga pelaku pengeboman tersebut. Hal tersebut merupakan inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan diatensikan melalui Dinas Sosial.
"Sudah kami komunikasi keluarga  pelaku dan keluarga korban. Dari dinas sosial sudah menyiapkan suatu pokok penangannya juga. Dapat dipastikan kebutuhan mereka bisa kami atasi. Kalau ada keluarganya yang mau sekolah kami siapkan kebutuhannya," tuturnya. 

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR