JAKARTA (Lampost.co) -- Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin menyampaikan proses pendaftaran seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih dalam penggodokan. Pendaftaran PPPK diundur dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya pertengahan Agustus.
 
"Iya (diundur) sedang masih dirumuskan PPPK, karena ada administrasi yang masih kurang," ujar Syafrudin di KemenPANRB, Jakarta Selatan, Selasa, 20 Agustus 2019.
 
Untuk kuota penerimaan PPPK tahun ini, KemenPAN-RB menyediakan 75 ribu lowongan. Dan untuk penerimaan CPNS 2019 tidak berubah tetap 100 ribu lowongan. 


"Untuk tahun ini akan direkrut 100.000 CPNS, kemudian 75.000 PPPK. Jadi, total 175.000," tuturnya.
 
Syafruddin menyebut lowongan difokuskan untuk tenaga profesional. Seperti tenaga pendidik dan tenaga medis yang masih minim jumlahnya. Ditambah tenaga profesional yang teknis di kementerian dan lembaga pemerintah.
 
Sebagai contoh kata dia, ketersediaan tenaga medis di Puskesmas masih jauh dari harapan. Baru 75 persen Puskesmas yang memiliki tenaga medis profesional seperti dokter umum.
 
"Puskesmas kita itu kekurangan dokter," tutur dia.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR