SETIAP manusia merupakan makhluk sosial dan akan saling membutuhkan, sehingga harus saling membantu. Apalagi terhadap orang yang kesusahan mesti dibantu, bukan justru diusir.

Na... mak ingok kudo kuti kak lakha, aga ngilu bantuan sapa (Nah... tidak ingatkah kalian saat sengsara, minta bantuan ke mana).



Namun di Yunani, justru Menteri di sana mengusir ratusan migran dan pengungsi yang berkumpul di lapangan dekat perbatasan negara itu. Bukannya dibantu, justru Yunani meminta mereka kembali ke permukiman mereka atau akan dikenai sanksi.

Sekelompok kecil orang, termasuk anak-anak, tiba di lapangan dekat kamp migran Diavata di dekat perbatasan dengan Macedonia Utara. Mereka hendak melewati Yunani untuk mencapai Eropa Timur.

Na... api lagi ingkah aga liwat, lain hak aga takhu di san. Wat-wat gawoh (Apalagi mereka hanya ingin lewat, bukan untuk menetap di sana. Ada-ada saja). 

Terdapat lebih dari 100 tenda didirikan di lapangan tersebut. keberadaan mereka itu didorong adanya laporan di media sosial tentang gerakan terorganisasi untuk melintasi perbatasan barat daya Yunani dengan Albania pada awal April.

Polisi memblokir akses rute dengan menempatkan sejumlah bus di area tersebut. Puluhan ribu pengungsi dan migran, terutama dari Suriah, Irak, dan Afghanistan, terjebak di Yunani sejak negara-negara Balkan menutup perbatasan mereka pada 2016. Rute tersebut merupakan jalan lintas utama menuju Eropa utara.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR