KONSTELASI politik di Tanah Air menjelang Pemilu 2019 kian hangat. Bahkan, banyak upaya yang membuat suhu perpolitikan meningkat, salah satunya dengan munculnya Tabloid Indonesia Barokah yang ditemukan beredar di sejumlah wilayah.

Tabloid yang disebut Dewan Pers bukan produk jurnalisik tersebut sempat membuat situasi keruh. Sebab, tabloid tersebut berisi kampanye hitam terhadap salah satu pasangan calon presiden dan disebar ke seluruh penjuru nusantara.



Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah hampir menjangkau seluruh Indonesia, seperti di Papua Barat, NTT, NTB, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Belum jelas apa muatan dan motivasi dari si empunya tabloid ini. Yang pasti keberadaan tabloid liar tersebut dapat membuat situasi yang tidak kondusif: saling tuding, gesekan, hingga kisruh menjelang Pemilu 2019, baik pilpres maupun pileg.

Kehadiran tabloid ini sedikit banyak mengecoh para pemilih dalam Pemilu 2019, yang berdasarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat jumlah pemilih untuk Pemilu 2019 mencapai 192 juta lebih pemilih. Perinciannya 190.770.329 pemilih di dalam negeri, dan 2.058.191 pemilih di luar negeri.

Dewan Pers menilai konten yang tertuang dalam tabloid 16 halaman ini tidak sesuai dengan hal-hal yang diatur dalam Undang-Undang Pers. Selain itu, alamat redaksi dan nomor kontak redaksi Tabloid Indonesia Barokah juga fiktif.

Oleh karena itu, Dewan Pers menyerahkan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Selain itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga menyerahkan persoalan ini kepada pihak berwajib untuk menindaklanjuti, meski pihaknya tetap melakukan pencegahan.

Polisi pun masih menunggu rekomendasi dari Dewan Pers yang telah membuat suatu kajian komprehensif. Upaya pihak kepolisian yang menunggu rekomendasi dari Dewan Pers ini patut kita apresiasi, karena kepolisian tidak ingin menuntaskan malah ini secara “grasa-grusu”.

Yang pasti, hal-hal yang mengganggu persatuan dan kesatuan, serta menyulut perpecahan di NKRI harus segera diatasi secara saksama agar masyarakat bisa hidup aman dan damai dalam melaksanakan demokrasi yang sehat dan terbebas dari perilaku kampanye hitam.

Perlu kita ingatkan, terwujudnya pemilu damai tidak lepas pula dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga masyarakat pemilih juga harus menyikapinya dengan kepala dan hati dingin, tak termakan informasi hoaks seperti yang dituangkan dalam Tabloid Indonesia Barokah tersebut.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR