STADION Gelora Delta Sidoarjo bergemuruh saat umpan panjang Andre Oktaviansyah mampu dituntaskan M Fajar Fathur dengan satu sontekan yang meluncur mulus ke jala Thailand. Gol pembuka di partai final pada menit ke-32 itu membuka asa Indonesia untuk merengkuh trofi AFF U-16.

Namun, Timnas Gajah Putih yang merupakan raksasa Asia Tenggara itu tidak begitu saja mudah untuk dijinakkan. Di tengah serangan bertubi-tubi dari para penggawa Indonesia, Thailand mencuri angka lewat pemain bernomor 17, Apidet Janngam. Gol ini sempat membungkam 35 ribu penonton yang menyemut di stadion kebanggaan Jawa Timur itu.



Skor 1-1 itu bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Laga pun dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam babak tos-tosan ini, penjaga gawang kita, Ernando Ari, menjadi bintang dengan berhasil menepis dua tendangan pemain Thailand. Dari kubu Indonesia, keempat penendang kita sukses merobek jala lawan. Alhasil, skor 4-3 untuk keunggulan tuan rumah membawa Indonesia meraih Piala AFF U-19 pada tahun ini.

Selebrasi pun dimulai. Bukan hanya di stadion, seluruh Indonesia bereuforia merayakan kemenangan itu. Momen emosional itu menjadi pelepas dahaga timnas kita yang haus akan prestasi sepak bola.

Thailand, Malaysia, Vietnam, Myanmar, dan Filipina sukses mereka kandaskan dalam perhelatan ini. Negara-negara yang selama ini kerap menjadi batu sandungan itu berhasil dibabat habis oleh David Maulana dan kawan-kawan. Indonesia juara dengan hasil sempurna, tak pernah imbang apalagi kalah!

Anak asuhan Fakhri Husaini itu juga menahbiskan diri sebagai tim yang paling rajin menjebol gawang musuh dengan 23 gol. Sang striker, Amirudin Bagus Khafi, pun bercokol di puncak daftar top skor dengan mengemas 12 gol. Torehan tersebut jelas memberi secercah cahaya terang untuk masa depan sepak bola kita.

Sekarang tinggal bagaimana PSSI mampu menjaga cahaya tersebut agar tidak redup seiring berjalannya waktu. Berkaca dari pengalaman, Indonesia selalu bermasalah dengan konsistensi.

Sebelumnya, di bawah nakhoda Indra Sjafri, Evan Dimas dkk mampu menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013. Mereka pun sempat menjadi primadona pencinta kulit bundar Tanah Air. Kepopuleran para pemainnya bahkan mampu menyaingi para senior mereka. Keberhasilan menjuarai Piala AFF 2013 membuat nama-nama semacam Evan Dimas, Hargianto, hingga Hansamu Yama melambung tinggi. 

Namun, target lolos empat besar di Piala AFC U-19 gagal terwujud. Pasukan Indra Sjafri kala itu babak belur dan tersingkir di fase grup. Sejak saat itu, pamor Timnas Indonesia U-19 kembali redup.

Mempertahankan memang lebih sulit ketimbang merebut. Saatnya bagi Timnas Indonesia remaja ini untuk mempertahankan mental juara mereka agar mampu membawa garuda merah-putih melambung tinggi dalam pesepakbolaan dunia. Semoga!

 

 

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR