BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Keberadaan Taman Gajah di Enggal, Bandar Lampung, yang menjadi ruang terbuka hijau (RTH), sangat dibutuhkan masyarakat Lampung sebagai lokasi pelepas penat atau sarana rekreasi.

Di lokasi tersebut terdapat banyak sarana permainan buat anak-anak seperti mobil-mobilaan, sekuter, dan arena sepakbola mini. Juga tersedia sarana skateboard. 



Setiap akhir pekan, lokasi tersebut banyak dikunjungi warga Bandar Lampung dan sekitarnya. Ada yang membawa keluarga, atau sekelompok remaja untuk sekadar berlatih tari dan mengasah keterampilan bersepada dan skateboard. 
Bahkan, sekompok komunittas pecinta satwa kerap berkumpul di Taman gajah untuk bertemu dan sosialisasi ke masyarakat. Salah satunya komunitas musang dan juga pecinta reptil jenis ular, iguana dan biawak.

Salah satu pecinta ular, Marcelo, mengaku hampir setiap akhir pekan bertemu dangan komunitas lainnya di Taman Gajah, Enggal. "Di sini kita bertemu sambil membawa satwa peliharaan dan saling berbagi informasi.  Kebetulan saya bawa ular piton albino ukuran sedang," ujar warga Sukarame ini.

Marcelo mengenalkan satwa reptil langka itu ke pengunjunggg yang tampak terarik dengan bawaannya itu. "Kebetulan ular piton itu titipan untuk dipelihara," ujarnya kepaada Lampost.co yang mengaku ada sekitar 5 peliharaan dari belasan yang ada.
"Melihara satwa ini harus kencang keuangan untuk makanan. Idealnya seminggu dua kali diberi makan ayam ukuran besar," jelasnya.

Sementara komunitas musang juga menjadi buruan pengunjung. Aneka musang kerap dibawa seperti musang pandan dan musang bulan. Hewan yang identik dengan kopi luwak itu terlihat lincah, jinak dan lucu untuk dibelai pengunjung. "Ini awalnya juga liar, tapi setelah lama-lama diurus, jadi terbiasa melihat manusia," terang Ardi, pemilik musang pandan.

Ian, salah satu pengunjung yang sering datang bersama keluarganya ke Taman gajah mengaku senang dengan adanya lokasi RTH tersebut, Sabtu (25/8/2018). "Sekarang ini kan susah cari lokasi rekreasi buat umum dan gratis di tengah kota. Untungnya pemerintah paham soal pentingnya RTH ini. Cuma ya diminta kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan bersama di lokasi umum ini," jelas bapak satu anak itu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR