JAKARTA (lampost.co) -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah pusat akan melakukan finalisasi aturan baru taksi daring sebagai pengganti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26Ttahun 2017 Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaran Bermotor Umum Tidak dalam Trayek yang telah dianulir Mahkamah Agung.
"Kita akan finalkan Rabu tanggal 18 Oktober 2017, tanggal 19 Oktober 2017 kita akan press conference yang akan dipimpin oleh Pak Luhut (Menko Bidang Kemaritiman),"ujar Budi Karya saat ditemui di Kantor Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (17/10/2017).
Budi mengatakan seluruh pihak akan ikut andil dalam pengumuman aturan baru bagi taksi daring tersebut. "Kita akan undang Kapolri, Menko Maritim, Menkominfo, Menkop, stakeholder semuanya, media untuk menyaksikan apa yang kita sepakati.Di situ harus komit, karena proses ini sudah dibuka diskusi semuanya ikut. Jadi jangan lagi nanti tiba-tiba ada yang lain,"kata Budi.
Budi memastikan aturan yang dibuat baru ini sudah mengakomodasi bagian-bagian yang menjadi alasan MA untuk menganulir aturan sebelumnya atau PM Nomor 26 Tahun 2017.
"Justru kita diskusikan, apakah pasal-pasal itu memang tidak layak untuk dibuat, diatur. Dari sosialisasi yang kita lakukan, justru jangankan pengemudi konvensional, pengemudi daring (online) pun mengharapkan itu diatur. Jadi mereka tidak mengalami penurunan income juga. Kan kita juga enggak mau dengan pendapatan yang marginal,"kata Budi.
Budi menjelaskan selain mengakomodir aspirasi pengemudi konvensional dan daring, aturan baru ini semangatnya juga melindungi pengguna dengan jaminan keselamatan. "Makanya semangatnya itu bagaimana safety bisa dijalankan dan dilaksanakan. Safety berhubungan dengan tarif. Kalau tarif sudah terlalu rendah, tidak mungkin pengusaha individu bisa me-recover investasi yang sudah ada. Kedua, kita tidak ingin ada monopoli. Nanti akan timbul konflik horizontal. Oleh karena itu, dengan adanya pasal-pasal pengaturan itu diharapkan semua para pihak bisa sama memahami," tutup Budi.

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR