PERSPEKTIF lain untuk makna menhir Sekala Bkhak kemungkinan adalah sebagai batu peringatan kematian atau perayaan. Funke menemukan batu peringatan kematian di lokasi pemakaman pahlawan suku Way Abung atas. Namun, di lokasi itu tidak didapati info akurat mengenai arti megalit.

Hampir tidak mungkin jika di tempat itu dulunya terdapat menhir asli yang kemudian dapat diganti dengan batu kuburan modern. Tidak ada penjelasan tentang itu. Satu-satunya peristiwa untuk batu peringatan ini adalah lokasi permakaman di Pekurun di permukiman Selagai-Abung.



Arti dari menhir sebagai batu peringatan kematian dibuktikan secara relatif oleh masyarakat petani lainnya di Asia Tenggara. Dalam satu hal, peneliti Hutton menceritakan bahwa menhir dibangun sebagai batu peringatan untuk orang tua yang telah meninggal.

Sebaliknya, menurut Hutton, arti dari simbol penis pada tiang batu di suku bangsa Assam lebih jelas. Hutton menyebutkan dengan jelas hanya pada Konjak-Naga, tetapi yakin dapat menerimanya bahwa bentuk penis tidak tampak jelas pada penggambaran di batu hanyalah karena sulit dalam pembuatan teknisnya. Menhir-menhir di pegunungan Lampung memiliki arti khusus sebagai batu peringatan untuk perayaan.

Terdapat banyak cerita dari masyarakat tani di semenanjung Asia Tenggara mengenai arti dari menhir sebagai kenang-kenangan pada perayaan panen. Hutton menceritakan tentang peristiwa serupa di Angami, Sema, Sangtam, Rengma, Lhota, dan Ao-Naga, di Primi Phozami, Lushei Kuki, dan Thado Kuki. Di mana pun di tempat tersebut digunakan material dari kayu, maka kayu adalah sebagai pengganti dari batu. Begitu pula di Dimapur yang dulunya pusat dari Katehari, ditemukan monolit besar yang mungkin dahulu adalah batu peringatan untuk perayaan.

Yang patut diperhatikan adalah donasi besar beras dan kelapa untuk masyarakat umum menyambut pembangunan monolit di Angami-Naga. Nanti kami harus kembali ke sini mengenai jalannya pesta papadon orang Abung.

Arti dari menhir-menhir di Sekala Bkhak sebagai tugu peringatan pada pesta rakyat perlu diketahui kaitannya dengan batu ubin yang maknanya kini dibahas. Mengenai makna dari batu ubin besar tempat kompleks megalit di Kebun Tebu memiliki 17 buah, orang Abung sekarang tidak mengetahui detailnya atau pun tradisi pada orang Paminggir, pegunungan di Kenali.

Mereka hidup tersebar, menurut pengetahuan sekarang, mengenai lembah Way Pitai dan dataran tinggi Liwa—Kenali. Batu tunggal Antatani termasuk juga ke dalamnya. Di bagian selatan pegunungan, di wilayah Tanggamus, terdapat kompleks menhir Talangpadang dan Tangkit Kurupan. Di sini tidak terdapat batu ubin. Meski demikian, ada informasi mengenai arti dari batu ubin besar.

Jika sebelumnya disebutkan adanya kekurangan atas tradisi, diperlukan koreksi saat penduduk Kenali menceritakan tentang batu ubin di batu Kenjangan bahwasanya pada ritual pembunuhan gadis itu pada menhir, "penonton duduk di atas batu ubin". Tidak dijelaskan apakah informasi ini memerlukan penafsiran atau apakan terdapat suatu sudut pandang. Tentu kami hendak memperhatikan arti dari batu ubin yang digunakan sebagai tempat duduk. 

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR