PESAWARAN (Lampost.co)--Meminta sumbangan untuk korban banjir dan mengatasnamakan dari media, Al (40), diamankan warga Negerisakti.  Modus pemerasan yang dilakukan oleh pelaku Al tersebut dengan mengatas namakan sumbangan korban banjir yang terjadi  tahun 2017 . Salah satu korban, Candra (35) warga Negeri Sakti menuturkan dirinya didatangi oleh pelaku pada sekitar pkl 17.00. Kemudian, yang bersangkutan langsung menyodorkan semacam proposal dengan tampilan Logo Kabupaten Peswaran, kemudian di dalamnya ditanda tangani oleh Kepala Desa Banjar Negeri Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, Heri Yurizal Efendi.
"Nah, saya curiga itu proposal kok mengatas namakan korban banjir, dan memintanya pun cukup lumayan tinggi. Padahal, banjir yang terjadi di Kecamatan Waylima terjadi ditahun 2017 awal. Makanya saya langsung menelpon pak Lurah," kata Candra, Kepada Lampung Post, Kamis (15/2/2018).
Sementara, pelaku Al mengaku usaha mengutip sumbangan dari warga dengan mengatas namakan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan di tanda tangani oleh kepala desa sudah dilakukan sejak lama. Namun, untuk masuk di Desa Negeri Sakti baru kurang lebih satu minggu."Untuk di Negeri Sakti ini, baru satu minggu ini. Dan itu pun dapet uangnya gak besar, satu hari Rp500 ribu," kata pelaku.
Selain itu, Al mengatakan sikap yang dilakukan selama ini dikarenakan tuntutan ekonomi keluarga. 
"Saya terpaksa ngelakuin ini, rumah saya udah mau roboh, anak saya mau bayar sekolah. Saya menyesal atas perbuatan ini dan janji gak akan mengulangi lagi," tegasnya.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Negeri Sakti, Gema Sukma Jaya mengatakan pihaknya telah melakukan introgasi dan akan memproses oknum tersebut. Namun, dari pihak korban meminta agar diselesaikan secara kekeluargaan terlebih dahulu.
Pihaknya bersama warga setempat dan korban, menahan kendaraan pelaku bersama BPKB, STNK dan KTP. "Untuk sementara, kendraan pelaku kita tahan. Dan akan kita serahkan kembali kepada pelaku, asalkan pengambilannya didampingi oleh Kepala Desa Way Lima," tegasnya. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR