MENGUAP merupakan respons tubuh ketika sedang mengantuk atau lelah. Namun, pernahkah Anda memperhatikan bahwa menguap bisa menular?

Menurut Dr Sujay Kansagra, ahli kesehatan tidur Mattress Firm, menguap sederhana karena pada dasarnya itu adalah refleks yang memicu seseorang untuk menghirup dan mengembuskan napas.
Menguap memaksa otak untuk membuat perubahan, misalnya dari bosan menjadi waspada, mengantuk jadi segar, dan sebagainya. Dengan kata lain, menguap memberi dampak positif.



Namun, menurut Dr Kansagra, menguap tidak selalu menular, tergantung pada beberapa hal. Ia mengatakan meskipun jika menguap benar-benar dapat menular, otak seorang anak tidak cukup berkembang untuk meniru Anda menguap juga sampai usia mereka sekitar lima tahun.
Pada usia tersebut, anak-anak sudah bisa mengembangkan kemampuan sosial dan empati mereka.

Menurut seorang pelatih ilmu tidur bersertifikat dan pendiri SleepZoo, Chris Brantner, sosialisasi mungkin bisa menjadi alasan mengapa ketika teman Anda menguap maka Anda akan ikut menguap juga. "Pendapat yang menyebutkan bahwa menguap itu menular, mungkin maksudnya adalah karena menunjukkan empati," ujar Brantner.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR