GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Tersangka pengoplos BBM mengaku tak tahu pasti keuntungan yang ia peroleh dalam sehari. Namun  ia memastikan penghasilannya lebih dari Rp25 juta sebulan.

Rudi Suwong dan salah satu anak buahnya saat diminta menunjukkan cara mengoplos BBM, mengatakan tidak ada cara khusus. Tinggal mencampur minyak mentah yang diperoleh dari Palembang dengan bensin. Untuk menjadi Pertalite ditambah warna yang bisa membuatnya sama dengan cara mencampur pewarna dan mengaduk. Demikian pula untuk menjadi Pertamax. Sedangkan untuk dijual sebagai bensin, tidak perlu ditambahi pewarna. Untuk minyak mentah diperoleh dari Palembang dengan harga Rp1.250.000 per drum. Sedangkan premium ia peroleh dari Panjang.



Rudi mengaku pendapatan dari usahanya ini tak menentu. Tetapi dalam sebulan ia mampu memperoleh penghasilan rata-rata lebih dari Rp25 juta.

Berbeda dengan pengakuannya krpada polisi, kepada awak media Rudi mengaku baru 6-7 bulan beroperasi. Begitu juga soal takaran, kepada wartawan Rudi mengaku setiap 600 liter bensin dioplos dengan 400 liter minyak mentah. Sedangkan kepada polisi, ia mengaku 600 liter minyak mentah dicampur 400 liter bensin.

Rudi menjual BBM oplosan sebesar Rp240.000-Rp250.000 per jerigen yang isinya sekitar 35 liter. Rudi tidak bisa menjawab berapa rata-rata setiap hari menjual BBM oplosan tersebut. Tetapi dia mengaku nengirim dagangannya ke daerah Bandarsurabaya, Rumbia dan pengecer di Seputihmataram.

Rudi juga mengaku hanya memiliki satu truk armada untuk mengngkut minyak dan tiga pick up untuk menjual BBM oplosan ke pengecer.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR