LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 16 June
1654
Kategori Generasi Emas
Penulis Rudiyansyah
LAMPUNG POST | Mengenalkan Pendidikan Agama Sejak Dini
Siswa dan guru di Taman Kanak-kanak (TK) Kemuningjaya, Kemiling, Bandar Lampung, berfoto bersama di sekolah setempat beberapa waktu lalu. Dok.LAMPUNG POST

Mengenalkan Pendidikan Agama Sejak Dini

TAMAN Kanak-kanak (TK) Kemuningjaya, Kemiling, Bandar Lampung, mengutamakan pengetahuan keagamaan sejak dini pada siswanya. Setiap hari, sebelum melakukan kegiatan bermain dan belajar di sekolah, para siswa diajak untuk berdoa, melafalkan surah-surah pendek Alquran yang sudah dihafal, hingga melaksanakan ibadah salat duha secara berjemaah.
Pengetahuan agama penting ditanamkan sejak usia dini untuk membentuk karakter anak yang salah dan salihah, cerdas, serta bermartabat. Hal tersebut disampaikan Kepala TK Kemuningjaya, Destri Haryani, Kamis (15/6/2017). "Meski TK umum, kami sudah harus menanamkan pendidikan keagamaan sejak dini sebagai bekal setiap siswa," kata Destri.
Selain pendidikan agama, kebanyakan konsep pendidikan yang diberikan kepada siswa dalam suasana bermain adalah penanaman berbagai kartakter seperti kemandirian, kedisiplinan, hingga kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. "Anak-anak harus dibimbing untuk mampu berinteraksi dengan teman-teman dan lingkungannya secara baik, karena akan menumbuhkan kemandirian mereka," ujar Destri.
Untuk itu, di sekolah tersebut para orang tua diimbau untuk tidak menunggu anak-anaknya saat sedang belajar. Untuk karakter kedisiplinan, selain dilatih di sekolah, menurut Destri, peran orang tua juga sangat diperlukan. Orang tua sudah harus mengajarkan kedisiplinan kepada anak sejak di rumah.
Penanaman kedisiplinan tersebut dapat dilakukan mulai dari hal-hal ringan seperti membiasakan tidur dan bangun tidur tepat waktu, berangkat ke sekolah tidak terlambat, serta membagi antara waktu bermain dan belajar. "Jika sudah disiplin sejak di rumah, makan karakter tersebut juga akan terbawa anak saat di sekolah," ujar alumnus Pendidikan PKN Unila ini.
Destri menjelaskan TK yang berdiri sejak 2008 yang berada di bawah naungan yayasan Kemilingjaya yang diketua oleh Gardon ini memiliki 37 siswa. Selain belajar dan bermain di sekolah, para siswa juga kerap mengikuti berbagai kegiatan seperti menari dan bermain drumben, mengikuti penyuluhan kesehatan, hingga melakukan kunjungan edukasi ke beberapa tempat di luar sekolah. "Kami ingin anak-anak dapat terus menggali bakat-bakat dan kecerdasannya, serta mampu menjadi sosok anak yang berakhlak mulia," ujar Destri.

BAGIKAN


loading...

REKOMENDASI

  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv