Jakarta (Lampost.co) -- Beberapa hari belakangan pengguna layanan seluler di Indonesia dihebohkan dengan menerima missed call atau panggilan dari nomor kontak dari luar Indonesia.

Rata-rata mereka yang mengeluhkan sempat menelusuri nomor misterius tersebut, dan menemukan bahwa nomor tersebut berasal dari Kongo. Merekapun melaporkannya ke akun Twitter operator yang mereka gunakan, salah satunya adalah operator XL.

Beberapa orang yang menerima panggilan tersebut dan sempat mengangkatnya mengaku bahwa panggilan tersebut langsung ditutup. Fenomena ini sebetulnya sudah terjadi beberapa tahun lalu di negara lain.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa modus penipuan ini pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 2002 silam dan mendapatkan istilah Wangiri yang artinya "one ring and cut" atau sekali dering panggilan lalu diputus.

Dijelaskan bahwa apabila korban yang secara acak menerima missed call dan melakukan panggilan balasan ke nomor tersebut, secara langsung korban akan dikenakan biaya panggilan yang sangat besar. Anehnya, biaya panggilan ini justru masuk ke kantong pelaku Wangiri.

General Manager Corporate Communictaion XL Tri Wahyuningsih mengakui pihak XL saat ini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengetahui modus penipuan itu bisa mengenai pelanggan layanannya.

"Saat ini kami masih melakukan pengecekan dan investigasi terhadap hal tersebut dan kami juga melakukan upaya koordinasi dan penanganan dengan pihak terkait untuk memastikan praktik panggilan telepon tersebut tidak merugikan pelanggan," ungkap perempuan yang akrab disapa Ayu.

Ayu menghimbau agar pelanggan berhati-hati apabila menerima telepon yang tidak dikenal.

"Mohon diabaikan dan tidak menghubungi kembali nomor itu khususnya jika sama sekali tidak mengenal asal nomor tersebut, pelanggan juga bisa menghubungi layanan pelanggan kami," imbuhnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menyampaikan jawaban yang tidak jauh berbeda. Pihaknya mengaku masih mendalami kasus ini namun selalu menerima laporan yang berasal dari masyarakat.

Mengutip kasus Wangiri di luar negeri, kuat dugaan bahwa pelaku melancarkan tindakannya secara acak dengan nomor yang dijualbelikan di pasar gelap. Apabila mengalami hal serupa, sebaiknya Anda tidak membalas panggilan tersebut.

Anda bisa menulusuri nomor tersebut lewat internet untuk mengetahui asal negara panggilan misterius tersebut untuk kemudian membuat laporannya ke pihak berwenang. Modus ini sebetulnya memanfaatkan kecanduan pengguna ponsel yang kerap penasaran dengan panggilan yang mereka terima.



 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR