MINAT masyarakat termasuk generasi muda untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) ternyata masih tinggi. Tidak sedikit mereka yang rela mengikuti tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) berulang kali demi mendapatkan status sebagai seorang abdi negara.

Gaji tetap ditambah sederet tunjangan yang diterima setiap bulan dan jaminan pensiun menjadi alasannya. Belum lagi pandangan masyarakat yang masih menilai status ASN lebih terhormat dari profesi lain.



Ria Cara Dila, warga Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, misalnya, meski telah mengikuti tes CPNS hingga lima kali dan gagal, tidak memutuskan semangatnya. Tahun ini, untuk keenam kalinya Ria kembali mendaftar sebagai CPNS setelah pemerintah membuka pendaftaran akhir September lalu.

Banyak dokumen penting yang harus kembali Ria urus untuk bisa lolos seleksi berkas administrasi. Ia rela pontang-panting demi mengurus dokumen tersebut. Menjadi bukti, harapannya untuk bisa diterima sebagai ASN cukup tinggi. Dukungan dari orang tua dan keluarga dekat semakin menguatkan tekadnya untuk kembali mencoba peruntungan menjadi ASN.

"Awalnya ragu mau daftar lagi karena sudah berkali-kali gagal. Tapi orang tua dan suami menyemangati saya untuk ikut. Mudah-mudahan kali ini berhasil," kata dia saat ditemui di Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Ibu dua anak itu mengaku memilih formasi guru di Pesawaran. Selain sesuai dengan bidang keilmuannya, kuota penerimaan ASN tenaga guru di kabupaten itu juga lebih banyak, sehingga peluang untuk bisa diterima dianggap lebih besar. "Pertimbangan lainnya adalah karena lokasinya cukup dekat dengan Bandar Lampung, tempat saya tinggal," ujar Ria.

Untuk menghadapi tes CPNS, lagi-lagi Ria melakukan berbagai persiapan seperti mempelajari soal-soal tes CPNS terdahulu. "Yang pasti saya harus belajar lagi, karena sudah lama tidak belajar," kata dia.

 

Pekerjaan Tetap

Menjadi abdi negara ternyata juga menarik minat sebagian anak muda. Seperti Zaky Pratama, pria yang baru menyelesaikan pendidikan S-1 di Universitas Lampung itu mengaku tertarik mengikuti tes CPNS karena ingin memiliki pekerjaan tetap. Belum lagi dorongan dari kedua orang tua yang juga pensiunan ASN.

"Menurut saya, menjadi abdi negara sangat mulia, punya banyak kontribusi dan sangat berharga," ujar alumni FKIP unila itu.

Zaki menilai menjadi ASN masih cukup menarik karena menjanjikan kehidupan yang lebih baik dengan penghasilan sesuai golongan dan jaminan pensiun.

Sebelum mendaftar CPNS, Zaky mengaku aktif mencari informasi seputar syarat dan tatacara pendaftaran yang semuanya dilakukan secara daring.

"Informasi CPNS tidak datang ke kita, tetapi kita yang harus aktif mencari. Kendala lain yakni server yang masih sulit diakses sehingga harus sabar," kata Zaki.

Zaky mengaku pesiapan lain yang dilakukan sama seperti peserta lain, yaitu belajar. Meskipun Zaki mengaku pasrah karena jumlah kuota ASN yang bakal diterima tidak sebanding dengan pendaftar yang sangat membeludak. (M2)

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR