PARAS cantik dan selalu tampil lincah adalah kesan yang pas untuk menggambarkan sekelompok muda-mudi yang tergabung di komunitas Girls Invasion Lampung. Menyatu karena kesamaan hobi, yaitu penggemar berat boyband dan girlband Korea beraliran koran pop (K-pop).

Pendiri Girls Invasion, Mega Laelatusyifa, menyebut komunitasnya sudah berdiri sejak 2012 dan telah banyak menghasilkan prestasi, baik tingkat lokal maupun nasional, dari keseriusan menarikan ulang atau meng-cover tarian K-pop. Salah satu yang paling berkesan adalah saat menjadi juara lomba cover dance K-pop tingkat nasional di Jakarta di 2016. Sederet prestasi lain di tingkat lokal juga berhasil dikoleksi para anggotanya.



"Kalau perlombaan dan prestasi sudah banyak, tetapi sifatnya lokal. Namun, prestasi yang paling berkesan adalah saat kami berhasil menjadi juara nasional," ujar Mega, belum lama ini.

Menurutnya, komunitas yang berisikan pencinta musik K-pop di Lampung itu menjadi wadah sekaligus ajang kreativitas mengasah kemampuan anggota, khususnya di bidang seni tari.

Berbagai kegiatan rutin yang dilakukan oleh komunitas ini, di antaranya latihan bareng dua kali dalam sepekan serta kumpul bersama membahas berbagai kegiatan yang akan diikuti. Latihan rutin yang mereka lakukan di antaranya latihan gerakan, lipsing, mimik wajah, hingga kekompakan gerak.

Mega mengakui hingga kini pencinta K-pop masih menjadi minoritas, dibandingkan dengan aliran musik lain. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk menepis kesan negatif tentang boyband dan girlband Korea.

"Karena minoritas, enggak jarang kami dinyinyirin. Namun itu kami anggap karena mereka tidak tahu K-pop," ujar Mega.

Lewat Medsos

Aktif menarikan ulang penampilan band-band Korea ternama, komunitas Girl Invasion kerap mengunggah hasil kreativitas mereka di media sosial (medsos). Lewat medsos, komunitas ini ingin bisa menginspirasi kawula muda yang belum tahu, tempat menyalurkan bakat dan kreativitas yang dimiliki.

"Bagi teman-teman yang memiliki bakat dan kreativitas, tetapi belum tahu tempat untuk menyalurkan bakatnya, Girl Invasion adalah tempat untuk itu semua."

Bagi kawula muda yang tertarik bergabung, komunitasnya juga selalu terbuka. Syaratnya hanya mengirimkan video dance dan percaya diri.

Menurut Mega, ke depan anggota Girl Invasion terus mengikuti perlombaan di tingkat nasional, dengan harapan bisa mewakili Indonesia di ajang kontes cover dance K-pop dunia. "Untuk kendala selama ini tidak ada, hanya nyari waktu yang tepat untuk latihan bareng. Sebab, anggota masih sekolah dan kuliah, jadi terkadang berbenturan waktunya," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR