BEGITU besar kesetiaan Suprapti (47) terhadap sang suami. Rasa kasih itu telah menuntutnya memelihara kesabaran meskipun setiap saat harus berteman dengan cucuran air mata. "Saya hanya orang miskin dan bodoh, tak mampu berbuat apa-apa," ujar ibu tiga anak itu, di sudut Gedung Graha Mandala, Jalan Pagaralam, Bandar Lampung, Rabu (18/7/2018), sekitar pukul 10.00.

Kedatangan penjaja bubur di sebuah sekolah SD di Lampung Timur ini ke Graha Mandala bukan tidak memiliki alasan. Suprapti berharap bisa bertemu Presiden Jokowi pada launching PKAD dan LKS untuk memperkokoh peradaban bangsa menuju desa yang sejahtera. Di tempat itu, Suprapti berharap bisa menyampaikan keluhan hatinya, lalu mendapatkan jalan keluar atas pengobatan suaminya, Suparno, yang tengah menderita penyakit gondok beracun sejak tiga tahun silam.



Upaya pengobatan untuk kesembuhan Suparno sudah dilakukan. Buruh tani ini sudah sering keluar-masuk rumah sakit, tetapi penderitaan Suparno belum juga menunjukkan kesembuhan. Belakangan Suprapti tak bisa lagi berbuat banyak karena medis menyatakan Supartno seharusnya diobati ke rumah sakit di Bandung. "Saya sudah tidak punya uang lagi. Dari jualan bubur di SD barapalah hasilnya. Kami cuma buruh tani," ungkap Suprati sambil berlinang air mata.

Perempuan kelahiran Payungratu, Padangratu, Lampung Tengah, 8 Januari 1970, itu tak memedulikan lagi para petugas di kiri-kanannya yang memperhatikannya bertutur sambil menangis.

Suprapti yang kini tinggal di Desa Selorejo, RT01/005, Batanghari, Lampung Timur, itu mengeluhkan sikap dan pelayanan pamong desanya yang terkesan pilih kasih bahkan terkesan tidak peduli terhadap warga miskin yang semestinya mendapat fasilitas jaminan kesehatan melalui program pemerintah.

Seharusnya, Suparpti mendapatkan pelayanan yang baik agar suaminya bisa berobat. Tetapi, menurutnya, justru sebaliknya yang dia terima.

Berbekal berita dari televisi, Suprapti mendengar orang nomor satu di Republik ini akan datang ke Bandar Lampung. Sejak petang pada Selasa (17/7), Suprapti berusaha ke Bandar Lampung. Atas bantuan seorang petugas yang kebetulan hendak ke Tanjungkarang, Suprapti menumpang mobil petugas itu.

Ternyata bukan cuma tumpangan mobil yang dia dapatkan. Suprapti pun diberi uang saku untuk makan dan ongkos pulang ke Lampung Timur.

Setelah sampai di Graha Mandala, ternyata Jokowi tidak hadir dan Suprapti pun tidak putus asa. Seorang pria bertubuh tegap dengan seragam hitam akhirnya membimbingnya bertemu sopir mobil Mendagri Tjahyo Kumolo dan dia berjanji akan mempertemukan Suprapti dengan pejabat negara itu agar bisa menyampaikan keluhan hatinya. Semoga saja Suprapti bisa mencapai harapannya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR