Jakarta (Lampost.co) -- Tak jarang kita melihat anak kecil peremupan dan laki-lain bermain bersama. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai bermain sendiri-sendiri. Mengapa bisa demikian?

Para peneliti dari University of Kent di Inggris mencoba mencari tahu alasan dari fenomena sosial tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sex Roles tersebut mengumpulkan 96 anak laki-laki dan perempuan berusia 4-7 tahun dan menunjukkan mereka foto dari anak-anak yang bermain dengan mainan kesukaan masing-masing. 

Pada kelompok satu, anak-anak ditunjukkan bahwa gambar anak perempuan bermain dengan Little Pony dan anak laki-laku bermain dengan mobil mainan. Sementara, pada kelompok kedua, jenis kelamin dan mainan ditukar, dimana anak perempuan bermain dengan mobil mainan dan anak laki-laki bermain dengan boneka plastik Pony. 

Anak-anak itu kemudian diberi satu set mainan dan bertanya siapa yang mereka pikir harus bermain dengan mereka. Mereka juga ditanyai anak mana dari foto majalah yang ingin mereka ajak bermain, dan apakah mereka membiarkan anak laki-laki atau perempuan lain bergabung dengan mereka.

Hasilnya, seperti dikutip dari lama Realsimple.com adalah setelah melihat anak perempuan bermain dengan mobil mainan dan anak laki-laki bermain boneka, anak-anak menjadi berpikiran lebih terbuka tentang dengan siapa mereka ingin bermain dan siapa yang bisa bermain dengan berbagai jenis mainan. 

Sementara, kelompok yang ditunjukkan foto stereotipikal dimana jenis kelamin tertentu bermain dengan mainan tertentu cenderung berkata, "Tidak boleh ada anak laki-laki (atau perempuan) ikut bermain!"

Para peneliti menambahkan, perubahan tentang mainan mana yang ditujukan untuk gender tertentu akan membahwa kedamaian dan harmoni yang lebih baik dalam taman bermain, dimana hal tersebut bisa melawan perundungan karena gender. 

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR