BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Salah satu karakter yang sudah harus ditanamkan kepada anak adalah rasa menyayangi sesama dan memiliki jiwa sosial seperti berbagi dengan sesama. Karakter tersebut dapat diajarkan kepada anak melalui kegiatan sehari-hari seperti saat bermain bersama teman-temannya.
Psikolog Universitas Muhammadiyah Lampung (UML), Renyep Proborini, mengatakan saat usia dini, anak kerap berebut mainan dengan sesama teman. Hal tersebut dikarenakan anak belum memahami konsep kepemilikan barang.
Oleh karena itu, menurut Rini, orang tua sudah harus mengenalkan konsep kepemilikan barang antara milik sendiri atau milik orang lain sejak dini. “Saat sedang bermain dan anak saling berebut mainan, orang tua harus segera menjembatani,” ujar Rini, baru-baru ini.
Orang tua atau guru tidak perlu langsung memarahi anak, tetapi memberikan pemahaman kepada mereka tentang pentingnya berbagi. Saat menemukan kasus anak berebut mainan, menurut Rini, orang tua tak harus selalu memenuhi permintaan sang anak. Selain harus memperhatikan kebutuhan, anak-anak juga harus diajarkan untuk saling berbagi, baik saat ada temannya yang ingin meminjam mainan miliknya atau saat mereka ingin meminjam mainan milik temannya.
“Ajari anak supaya berkata yang baik saat ingin meminjam benda yang dimiliki temannya,” ujar Rini. Untuk lebih mendisiplinkan anak, menurut Rini, orang tua dapat membimbing anak menggunakan aturan waktu, untuk bergantian bermain bersama temannya.
Pemahaman tersebut, menurut Rini, secara jangka panjang akan sangat berdampak baik karena mengajari anak memiliki rasa empati. “Mungkin saat ini mereka hanya tau berbagi, tetapi jangka panjangnya mereka memiliki rasa empati yang baik,” kata Rini.
Tidak memenuhi setiap keinginan anak, menurut Rini, menjadi salah satu upaya orang tua mengajarkan pengendalian diri sejak dini. Meskipun secara ekonomi orang tua dapat membelikan benda keinginan sang anak secara langsung, selalu memenuhi keinginan anak akan membuat anak cenderung keras kepala dengan keinginannya.
Akibatnya, anak selalu menuntut orang tua setiap memiliki keinginan. Selain itu, secara sosial anak justru memiliki keengganan bermain secara bersama-sama yang sebenarnya mendidik anak dalam bersosialisasi.
Selain itu, anak tidak suka berbagi atau enggan mengantar saat dirinya yang harus meminjam barang milik orang lain. Orang tua harus membantu setiap anak mengontrol keinginannya mengajarkan rasa kebersamaan dan saling toleransi kepada orang lain yang mungkin tidak seberuntung dirinya. “Hal ini akan berpengaruh pada kematangan emosional anak,” ujar Rini.
Dengan begitu, anak akan memiliki pengalaman dalam bekerja sama, saling toleransi, dan menahan diri. “Itu semua kecerdasan emosi dan sosial. Kemampuan sosial akan berkembang karena di usia remaja akan lebih kesulitan berinteraksi. Anak-anak perlu mengendalikan diri,” kata dia. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR