BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, Indonesia menjadi salah satu rujukan perkembangan bisnis fashion muslimah. Tidak heran jika bisnis busana muslim saat ini menjadi salah satu komoditas yang cukup menjanjikan.
Apalagi dengan modelnya yang terus diperbarui, busana muslim pun menjadi salah satu kebutuhan dan gaya hidup. Perkembangan busana muslim pun membuat masyarakat, terutama anak muda, banyak yang memilih menggeluti bisnis ini.
Sebagai salah satu wadah mengembangkan bisnis khususnya bagi muslimah, terbentuklah komunitas Hijab Preuner yang diinisiasi oleh Retno Putri. Menurutnya, Hijab Preneur merupakan wadah aspiratif kreatif dan produktif bagi hijaber di Lampung yang ingin mengembangkan atau yang akan memulai bisnis usaha tertentu.
Retno menguraikan komunitas yang telah terbentuk di 2017 itu, berawal dari keinginannya untuk menggeluti bisnis yang saat ini makin banyak peluang untuk dikembangkan
"Latar belakang awal terbentuknya komunitas ini karena saya sendiri ingin bergabung dengan komunitas bisnis, tetapi segan karena bisnis saya masih kecil sehingga jadi minder. Saya lihat peluang banyaknya hijabers yang memiliki bisnis, tetapi tidak ada wadah khusus yang mewadahi ini," ujar mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung itu.
Menurut dia, dengan komunitas ini ia ingin mengubah pemikiran masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung, bahwa lulus kuliah atau sekolah dan mencari pekerjaan. Hal itu harus diubah, bagaimana agar bisa membuka peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan. Makin banyak masyarakat yang membuka usaha, akan makin banyak peluang pekerjaan, dan akhirnya dapat mengentaskan kemiskinan dan memenuhi hajat hidup orang banyak.
"Saya ingin perempuan di Lampung menjadi perempuan yang mandiri dan sukses dalam mengembangkan bisnisnya, sehingga kita juga tidak bergantung pada orang lain," ujarnya.
Retno menambahkan sejak awal berdiri sampai sekarang, tercatat 123 anggota yang tergabung di komunitas ini. Untuk angkatan pertama, muslimah yang bergabung terdiri dari yang memiliki bisnis di berbagai bidang, seperti kuliner, fashion, kecantikan, dekorasi, travel, make up artist, dan desainer.
Melihat antusias dari para muslimah, dalam waktu dekat pihaknya mengadakan open rekrutmen setiap tiga bulan sekali.

Berbagai Program



Dengan terbentuknya komunitas ini, banyak kegiatan yang dilakukan oleh Hijab Preneur Community. Seperti desa binaan dengan mengembangkan potensi desa dan melatih masyarakat desa untuk menjadi pengusaha, mulai dari cara pengolahan, packing, serta pemasaran produk.
Ada juga program goes to school (datang ke SMA-SMA di Bandar Lampung), sekaligus sosialisasi demi menanamkan jiwa wirausaha sejak dini kepada siswa. Lalu, goes to panti asuhan dengan sosialisasi wirausaha, tidak hanya itu, mereka juga mengumpulkan dan menyalurkan bantuan kepada pengelola panti asuhan.
Kemudian di bidang komunikasi informasi, yakni dengan roadshow ke beberapa media cetak, televisi, dan radio-radio di Lampung, untuk mengenalkan Hijab Preneur ke masyarakat luas. Diharapkan makin banyak masyarakat yang termotivasi untuk memulai bisnis.
Komunitas yang didominasi kalangan remaja muslimah ini juga aktif mengadakan training (pelatihan wirausaha bagi seluruh anggotanya). Selain itu, rutin juga menggelar pelatihan bulanan untuk konsentrasi di tiap bidang.
"Misalnya di Agustus belajar tentang cara memulai bisnis. September tentang manajemen keuangan, Oktober belajar tentang produksi, November tentang pemasaran, dan seterusnya," kata dia.
Pihaknya juga rutin menggelar bazar produk anggota yang dijual anggota Hijab Preneur. Semua produk anggota difoto dan dipromosikan ke seluruh akun anggota Hijab Preneur.
Anggota Hijab Preuner juga diajarkan untuk membuat blog dan web bisnis, maupun mengadakan seminar dengan pengusaha sukses, serta pelatihan kreativitas dan inovasi dalam bisnis. "Kami tidak hanya mencari keuntungan dan materi dengan berbisnis. Kami juga aktif mengikuti pengajian rutin yang dilakukan setiap sebulan sekali," ujar perempuan kelahiran 16 Mei 1996 itu.
Ke depannya, Hijab Preuner ingin mengajak lebih banyak hijabers bergabung dengan komunitas tersebut dan bekerja sama dengan berbagai komunitas bisnis di Lampung. "Karena ada anggota yang belum memiliki bisnis, jadi ke depannya saya menargetkan untuk seluruh anggota Hijab Preneur bisa memiliki bisnis walau masih merintis. Harapan saya, dari komunitas ini bisa memberikan manfaat bagi orang lain, bisa menginspirasi dan memotivasi muslimah agar bisa lebih mandiri dan sukses."

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR