KECELAKAAN beruntun yang terjadi di jalan lintas Sumatera Km 21—22 Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, Kamis (22/3), sekitar pukul 16.00, mengejutkan kita semua. Setidaknya enam orang meninggal dunia akibat kecelakaan itu.

Sejumlah kendaraan terlibat tabrakan beruntun, di antaranya 4 truk, 1 sedan Honda Jazz, 1 pikap angkutan perdesaan, dan 1 minibus Carry. Penyebab sementara diduga kendaraan dump truck hilang kendali akibat rem blong.



Kita tentu prihatin, bahkan amat prihatin dengan musibah di jalan raya yang merenggut nyawa tersebut. Peristiwa nahas itu menguatkan postulat selama ini bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu mesin pembunuh di republik ini.

Karena itu, langkah Kepolisian Daerah Lampung berkoordinasi dengan pihak terkait agar peristiwa kecelakaan beruntun di Jalinsum Km 21—22 Desa Tarahan tidak terulang harus kita dukung. Langkah antisipasi mutlak diperlukan.

Sebagai upaya tindak lanjut, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung pun sudah mengidentifikasi minimal ada sebelas titik rawan kecelakaan yang berada mulai dari gerbang Pelabuhan Bakauheni hingga perbatasan Sumatera Selatan.

Titik rawan kecelakaan itu, di antaranya jalan raya Tarahan, jalur Tugu Radin Inten hingga Tegineneng di Lampung Selatan, jalur Tegineneng—Terbanggibesar di Lampung Tengah, serta Blambanganpagar dan Abung Barat di Lampung Utara.

Titik rawan selanjutnya berada di Jalan Lintas Tengah di Blambangan Umpu, Jalan Lintas Barat di Kabupaten Pesawaran Km 27—38, Gadingrejo, Hargomulyo, dan Jalan Lintas Timur di Kecamatan Menggala Km 112.

Titik rawan kecelakaan umumnya berupa tikungan tajam disertai tanjakan dan turunan curam, sebagian lagi adalah jalanan lurus yang sempit. Kondisi seperti itu sangat merepotkan pengemudi yang baru pertama kali atau jarang melintasi jalan di Lampung.

UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan jelas menyatakan penyelenggara jalan dalam melaksanakan preservasi jalan dan peningkatan kapasitas jalan wajib menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas jalan.

Fasilitas infrastruktur jalan raya di jalan negara maupun provinsi tidak selalu mulus. Kontur jalan berbukit membentuk tikungan tajam bisa membahayakan pengendara. Adalah tugas pemerintah membuat jalur rawan tersebut lebih safety.

Ada beberapa solusi untuk mengantisipasi kecelakaan. Solusi pertama membuat jalur alternatif untuk kendaraan yang mengalami rem blong atau mengalami masalah. Solusi kedua, pemerintah mengubah struktur jalan karena saat ini struktur jalan dianggap kurang sesuai atau kurang layak.

Lalu, perlu dibuat jalur baru sehingga dari kedua arah masing-masing memiliki satu jalur. Semoga titik rawan kecelakaan di Lampung makin sedikit saat menyambut mudik Lebaran Juni tahun ini. Dengan berbagai upaya antisipasi tersebut, kita berharap perlintasan jalan raya di Lampung dapat menjadi lebih aman dan nyaman untuk dilintasi.

 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR