TANGAN di atas lebih baik daripada tangan di bawah, peribahasa itu cocok untuk menggambarkan kegiatan para anggota komunitas Sedekah Lampung yang terus menggalang semangat membantu sesama. Berdiri sejak 13 November 2017, komunitas ini menarik banyak minat anak-anak muda untuk terlibat dalam menebarkan kepedulian sosial di lingkungan sekeliling mereka.

"Kami berpikir kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi. Kami mengajak para anak muda untuk berkegiatan positif, dimulai dari diri sendiri dan dimulai dari hal yang kecil," ujar penasihat komunitas Sedekah Lampung, Teguh Cahyono, belum lama ini.



Meski tergolong baru, anggota komunitas Sedekah Lampung terus konsisten menyalurkan bantuan setiap dua minggu sekali, yang dihimpun dari para anggotanya di berbagai lokasi yang berbeda. Sasaran utama yang dibantu komunitas ini adalah anak-anak yatim, lansia, dan kaum duafa.

"Sedekah yang kami salurkan biasanya berupa sembako, yang kami himpun sebelumnya dengan membuka donasi masyarakat melalui media sosial," ujar Teguh.

Cara tersebut efektif memberikan kesempatan masyarakat luas turut membantu sesama masyarakat yang membutuhkan. Setelah menggalang donasi, anggota komunitas ini juga aktif mencari informasi orang-orang yang membutuhkan uluran tangan, sehingga target sedekah pun benar-benar orang yang membutuhkan.

Selain sembako, Teguh menyebut komunitas Sedekah Lampung juga menerima berbagai sedekah dalam bentuk lain, seperti donasi uang, baju layak pakai, hingga Alquran. "Kami tidak membatasi orang untuk sedekah, apa saja akan kami terima. Sebab terkadang orang bingung mau menyalurkan bantuannya ke mana, di komunitas ini kami berusaha bisa menyalurkan," kata dia.

 

Wakaf Seribu Mukena

Kegiatan lain yang juga menjadi fokus komunitas Sedekah Lampung adalah gerakan wakaf seribu mukena. Nantinya mukena yang berhasil dihimpun dari masyarakat akan dibagikan ke masjid, pesantren, panti asuhan, maupun perseorangan yang membutuhkan.

"Wakaf seribu mukena itu kami targetkan menjangkau seluruh daerah di Lampung. Adapun yang sudah berjalan di Lampung Timur dan beberapa panti asuhan di Bandar Lampung," ujarnya.

Teguh berharap komunitas yang belum genap setahun tersebut dapat bersinergi dengan komunitas-komunitas lain yang ada di Lampung. Dia juga berharap komunitas yang tengah mengurus legalisasi izin komunitas tersebut dapat memiliki perwakilan di setiap daerah, sehingga akan makin banyak masyarakat yang terbantu.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR