LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 19 June
6726
Kategori Humaniora
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | Mendikbud Perbolehkan Sekolah Pungut Biaya
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Foto: MI/Panca Syurkani.

Mendikbud Perbolehkan Sekolah Pungut Biaya

Temanggung (Lampost.co) -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy membolehkan sekolah menarik biaya tambahan kepada orang tua atau wali murid untuk melengkapi sarana dan prasarana program penguatan karakter lima hari sekolah. Namun, dana ini tak sembarangan ditarik. 

Permintaan dana harus disepakati bersama orang tua, diputuskan melalui komite sekolah, untuk kemajuan sekolah, serta tidak memberatkan pihak orang tua. Jika membebani orang tua, penarikan itu tidak boleh dilakukan.

"Penarikan tambahan itu asalkan disepakati seluruh orang tua siswa dan mekanismenya melalui komite sekolah," papar Muhadjir saat mendampingi Presiden Joko Widodo ke Gedung Pemuda Kabupaten Temanggung pada Sabtu 17 Juni.

Muhadjir memastikan, program penguatan karakter sekolah lima hari tetap akan dilakukan tahun ini. Pasalnya, hal itu sudah menjadi program pemerintah. Namun demikian, penguatan karakter tidak melulu harus dilakukan di dalam sekolah, bisa juga di luar sekolah.

"Delapan jam tidak harus di sekolah, yang penting guru bertanggung jawab memantau perkembangan anak. Bisa di madrasah, membantu ibunya di warung juga boleh. Siapa tahu kalau ekstrakurikuler di warung kelak bisa jadi konglomerat," jelas Muhadjir.

Pemberlakuan program lima hari sekolah ini, kata dia, membutuhkan perubahan pola pikir dari pihak sekolah, terutama kepala sekolah. Untuk itu, pola pikir para kepala sekolah tersebut yang akan ia ubah.

Penguatan karakter ini, kata Mendikbud, sudah mulai diujicobakan pada 1.500 sekolah yang tersebar di 34 provinsi sejak 2016 lalu. Untuk 2017 ini akan diberlakukan pada 9.300 sekolah juga di 34 provinsi secara bertahap.

Haryono, kepala SMPN 3 Kandangan Temanggung, menilai pemberlakuan program tersebut terlalu mendadak dengan regulasi yang dibuat terlalu cepat. Sekolah masih belum cukup melakukan persiapan, terutama terkait sarana dan prasarana, mental siswa dan guru, serta materi yang akan diberikan..

Di Purwakarta, berdasarkan wawancara khusus Wartawan Media Indonesia Reza Sunarya dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, sekolah lima hari tidak terdapat pertentangan. Dedi menilai tidak ada masalah dengan kebijakan ini.

"Kebijakan sekolah lima hari sudah lama diterapkan di Purwakarta. Pemberlakuan sekolah selama lima hari dalam sepekan sudah dilaksanakan sejak 2012 lalu," kata dia.

Dia menjelaskan, terdapat penjabaran untuk masing-masing hari. Senin, siswa difokuskan mempelajari tentang nasionalisme kebangsaan. Selasa, fokus pada sejarah dunia. Rabu, bertema pendidikan kesundaan dan kearifan lokal. 

Kamis, para siswa diajarkan tentang berkreativitas. Pada Jumat, para siswa difokuskan mendalami kehidupan religius masing-masing. Terakhir, Sabtu dan Minggu, mereka menjalani pendidikan di rumah oleh para orang tua masing-masing.
 

LAMPUNG POST
TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv