SATUAN Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis (SPS) Teratai Keteguhan, Telukbetung Timur, Bandar Lampung, menerapkan konsep pendekatan saintifik dalam mendidik para siswa usia dini. Menurut Kepala PAUD Teratai, Nopaliasari, cara tersebut dilakukan untuk mengeksplorasi kecerdasan siswa yang tengah berkembang pesat.
Dengan pendekatan saintifik, siswa diajak untuk berinteraksi langsung dengan lingkunganya saat belajar sambil bermain. Melalui pendekatan saintifik siswa dibimbing untuk aktif mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan apa yang diperoleh. Cara tersebut efektif untuk membangun kemampuan berpikir anak.
"Anak-anak secara langsung kami ajak untuk melakukan kegeiatan, seperti memasak, bermain peran, atau kegiatan lainnya, untuk merangsang segala kecerdasan anak," ujar Nopa, Senin (12/6/2017).
Sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang terintegrasi dengan pemerintahan desa dan kegiatan desa, seperti posyandu, PAUD Teratai tetap menyelenggarakan pendidikan dini yang berkualitas. Cara tersebut dilakukan untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat dalam memberikan pendidikan dini kepada anak-anaknya.
"Kami ingin para orang tua memiliki kesadaran, bahwa pendidikan dini itu sangat penting untuk anak-anak mereka," ujar Nopa.
Bahkan sekolahnya juga memberikan beasiswa khusus untuk siswa yang berasal dari kalangan kurang mampu. Untuk biaya pendidikan di PAUD Teratai juga disesuaikan dengan kemampuan para orang tua. Hal tersebut agar tidak ada anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan dini.
Di sekolah yang berlokasi di Jalan RM Marta Dinata, Gang Pekonlom, RT 06, Lingkungan I, Keteguhan, Telukbetung Timur, itu selain aktif mengikuti kegiatan di sekolah, siswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan di luar lingkungan sekolah, seperti mengikuti kunjungan edukasi ke kebun PKK provinsi,  mengenal kebun organik, hingga praktik membuat donat.
Kemudian kegiatan pentas seni, menjadi agenda wajib setiap tahunnya untuk menampilkan bakat-bakat dan kecerdasan siswa. Untuk para orang tua, menurut Nopa, sekolahnya juga menggagas kelompok parenting yang diisi berbagai kegiatan, mulai dari pemberian materi seputar pendidikan dini anak hingga melatih para orang tua terampil membuat kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi.
"Banyak yang sudah kami hasilkan, seperti kerajinan dari kain flanel. Sehingga orang tua juga bisa memiliki keterampilan yang bisa menjadi penghasilan," ujarnya.



 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR