KALIANDA (Lampost.co) -- Rabu (4/10/2017), siang saat langit terik matahari begitu menyengat, terlihat pria paruh baya dari kejauhan mengayuh sepeda berwarna warna merah. Dengan kondisi sepeda yang sangat sederhana dan bendera merah putih di bagian belakang beserta tas berisikan barang-barang tertumpuk di bagian belakang.

Pria yang mengenakan peci kerucut dan berkemeja kotak-kotak itu, Agus Hidayat namanya. Pria yang merupakan warga Desa Batusumur, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat itu sengaja berhenti sejenak di Pasar Tradisional Desa Bangunan.



"Maaf pak mau nanya. Kantor Kecamatan Palas dimana ya?. Saya mau membuat surat keterangan kalau saya mau ke Tasikmalaya menggunakan sepeda," kata bapak satu anak itu. 

Agus mengaku baru saja berkunjung kerumah sanak family nya di Desa Bumidaya yang sedang habis dioperasi usus buntu. Saat itu, ia berencana akan kembali kekampung halamannya di Tasikmalaya menggunakan sepeda kesayangannya. 

"Saya baru saja menjenguk saudara yang sakit usus buntu. Sekarang saya mau pulang kekampung halaman saya. Biar saya dijalan aman, saya mau minta surat keterangan dari Kecamatan Palas," kata dia. 

Agus mengaku sengaja mengendarai sepeda dari Tasikmalaya - Lampung Selatan lantaran tidak memiliki dana untuk mengendarai sepeda motor maupun mobil. "Saya enggak ada duit untuk naik angkot. Lebih baik saya naik sepeda," ujarnya. 

Mengenai lamanya waktu diperjalanan, Agus mengaku agar sampai tujuan ke Tasikmalaya ia harus memakan waktu paling lama satu bulan. "Untuk biaya makan di jalan, saya mengandalkan meminta pertolongan dari warga. Itupun kalau ada. Kemudian, kalau sudah malam saya berhenti di Masjid untuk tidur. Do'akan saja biar saya sampai tujuan," katanya.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR