TONGKAT komando Kepolisian Daerah Lampung berpindah dari Inspektur Jenderal Suntana kepada Brigadir Jenderal Purwadi Arianto. Setumpuk tugas menjaga keamanan dan ketertiban Lampung telah menanti kapolda baru.

Mutasi itu didasarkan surat telegram Nomor: ST/2014/VIII/KEP/2018 yang diterbitkan pada 13 Agustus 2018 oleh Karobinkar Mabes Polri Brigjen Eko Hendra Heri. Kapolda Lampung Irjen Suntana diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakabaintelkam Polri. Jabatannya digantikan Brigjen Purwadi Arianto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Metrojaya.



Suntana mulai menjabat sebagai Kapolda Lampung sejak 5 Januari 2018. Saat itu dia menggantikan Irjen Suroso Hadi Siswoyo. Adapun Purwadi Arianto sebelumnya menangani sejumlah bidang reserse, di antaranya Ditreskrimum Polda Kalimantan Barat pada 2011 dan Dirreskrimum Polda Jawa Tengah pada 2013. 

Mutasi yang menjadi upaya penyegaran dalam tubuh Polri merupakan hal biasa. Namun tentu berbeda dengan yang dirasakan masyarakat Lampung. 

Datangnya kapolda baru memberikan semangat dan harapan baru untuk Lampung yang lebih aman dan kondusif. Kapolda baru diharapkan bisa meningkatkan soliditas internal sekaligus meningkatkan keamanan di berbagai sektor.

Paling lama dalam 14 hari ke depan kapolda baru harus siap mengamankan Lampung. Setidaknya menjalankan tiga titipan tugas dari Suntana, mulai dari pemberantasan kasus C3, yakni pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan pencurian dengan pemberatan. Lalu, pengamanan selama tahap Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019. 

Kemudian, melanjutkan proses pembangunan markas Polda Lampung di Kota Baru, Jatiagung, Lampung Selatan. Selain itu, terorisme juga harus diperhatikan kapolda baru. Provinsi Lampung adalah satu daerah yang masuk waspada bahaya terorisme. Hal itu menyusul beberapa penangkapan terduga teroris sepanjang 2018. Unsur teroris yang bersifat individu, jaringan, maupun sel harus ditelusuri dan ditindak tegas.

Lampung harus bebas dari terorisme serta peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Seperti diketahui, Lampung telah diindikasi sebagai wilayah darurat narkoba. Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung memaparkan provinsi ini menempati peringkat ketiga kerawanan darurat narkoba di tingkat Sumatera dan berada di peringkat delapan nasional.

Brigjen Purwadi Arianto harus bisa memutus mata rantai peredaran narkoba di provinsi yang menjadi gerbang Sumatera ini. Bandar, pengedar, dan pengguna harus ditindak tegas untuk memberikan efek jera.

Untuk menciptakan keamanan, Kapolda baru harus bekerja keras. Program baik yang dilaksanakan Kapolda sebelumnya harus dilanjutkan sekaligus membuat berbagai langkah terobosan. Lampung menunggu kiprah Kapolda baru.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR