MESUJI (Lampost.co) -- Mentari bersinar diatas Bumi Ragab Begawi Caram. Semakin siang, cuaca semakin cerah. Pada aplikasi pengukur suhu di Rumdis Bupati, Rabu (14/11/2018), tercatat angka 35 derajat celcius. Cukup terik.

Namun ada yang tidak biasa di kantor sekaligus rumah bagi Bupati Mesuji, Khamami, biasa beraktivitas. Di halaman depan diluar pagar, empat bus pariwisata berjejer rapi. 



Di dalam rumdis, dua ratus anak-anak sekolah dasar, usia antara 7-12 tahun berkumpul. Mereka berasal dari 20 sekolah dasar di Kecamatan Wayserdang. Berseragam kaos olahraga lengkap. Duduk di kursi dengan keringat di jidat dan punggung. Karena panas yang menyengat. Aroma khas anak-anak pun tercium jelas bercampur bau minyak angin. 

Setelah sarapan, beberapa anak bercerita tentang mimpinya yang terwujud hari itu. Ya. Mimpi ke ibukota Jakarta. Mereka diberangkatkan Bupati Mesuji, untuk melihat tempat yang hanya bisa dilihat di tipi dan di mimpi.

Agus (9), murid sekolah dasar dari Desa Kejadian, mengatakan ia tidak bisa tidur jelang keberangkatan ke Jakarta. "Saya sering mules. Kalau inget mau berangkat (ke jakarta), langsung deg-degan. Tapi sudah ngumpul gini, sudah enggak," katanya polos sambil tersenyum.

Ia terpilih sebagai salah satu anak Mesuji yang berangkat ke Jakarta oleh bupati karena yatim. Dan tidak mampu. Hal itu menjadi salah satu penilaian untuk memilih anak-anak yang akan di berangkatkan ke Jakarta. Yakni anak yatim piatu dan tidak mampu. 

Anak lainnya, Ajiz (7), berpostur pendek, rambut jabrik, saat ditanya bupati, cuma cengar cengir.  Khamami memanggil karena kemampuan bahasa Indonesia nya kurang lancar. "Saya senang bisa ke Jakarta. Mau lihat Monas, " ujarnya malu-malu. 

Sesaat sebelum diberangkatkan, anak-anak mendapat uang saku Rp250 ribu/orang. Yang langsung dibagikan di tempat. Tiba-tiba, spontan, Ibu bupati, Ny. Elviana Khamami, menambah uang saku Rp50 ribu/anak. Selain uang saku, anak-anak juga mendapat satu stel seragam. 

Dikesempatan itu, Khamami mengungkapkan bahwa gagasan itu timbul saat melihat tempat wisata Ancol beberapa bulan lalu. "Waktu itu ingin lihat apa yang bisa kita adopsi dari ancol, untuk kita buat di Taman Kehati Mesuji," ujarnya. Lalu saat itu tebersit keinginan membawa 1000 anak yatim piatu dan anak-anak tidak mampu ke Ancol. "Supaya mereka bisa merasakan apa yang hanya bisa dirasakan oleh orang kaya. Dan itu bisa membuat mereka mempunyai mimpi dan harapan," katanya.

Karena kata bupati lagi, dari sisi ekonomi tidak mungkin bagi mereka untuk liburan ke Ancol atau TMII. "Dan kita lah yang harus mewujudkan mimpi itu. Karena mimpi adalah benih. Kita tidak bisa membuatnya. Setiap anak sudah membawa mimpi dalam dirinya. Dan yang kita lakukan saat ini, adalah membantu menanam dan menyemainya. Agar tumbuh di tanah yang baik. Setiap benih yang ditanam di tanah yang baik, akan menghasilkan buah yang berlipat-lipat.

Saya yakin, seribu mimpi yang kita tanam hari ini, bisa kita lihat anak-anak ini dua puluh tahun kedepan. Karena berlipatkali ganda, ada jutaan harapan akan kita nikmati. Mungkin ada yang jadi dokter, perwira, pengusaha sukses, bahkan bupati, gubernur dan lainnya," katanya.
 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR