BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Tim tanggap bencana yang dikirim oleh Pemkot Bandar Lampung sudah pulang setelah delapan hari kerja ditugaskan membantu korban gempa Lombok.

Salah satu anggota tim kesehatan yang bertugas di Lombok, dr Eva Daniel menuturkan kondisi rumah rumh tempat ia ditugaskan di Lombok Utara 90 persen rata dengan tanah, sisanya 10 persen meski masih berdiri namun sudah tidak bisa digunakan lagi.



"Tidak bisa dipakai lagi, kalaupun ada retak-retak dan itu beresiko jadi warga tidak berani," kata dr Eva saat ditemui usai acara penyambutan tim tanggap bencana di Pemkot Bandar Lampung, Senin (20/8/2018).

Selain kondisi rumah, kondisi udara disana juga gersang dan berdebu. Akibatnya anak anak banyak terserang penyakit. "Banyak yang diare, sakit kulit, ispa, dan korban pascaoperasi orang-orang yang luka itu kadang tidak terjangkau, jadi kami membagi tugas ada yang ke lapangan ada yang ke puskesmas, jadi menyusuri," kata dia.

Kesulitan yang dihadapi disana adalah kekurangan tenaga yang membantu, serta akses kendaraan. "Ada yang kesulitan kendaraan untuk puskesmas, ada yang sulit meninggalkan rumahnya, dan saat kita susuri pun ada yang sudah bekerja, ada yang ke kebun, jadi mereka serba kesulitlan lah," kata dia.

Eva mengatakan hingga dia dan tim nya kembali ke Lampung, relawan bergantian datang ke sana. "Sampai sekarang masih dibutuhkan tim relawan, jadi kami bergantian, kami pulang ada yang baru berdatangan," kata dia.

Dia mengungkapkan, Lombok masih sangat membutuhkan bantuan, baik itu tenaga medis maupun relawan lainnya. "Yang jadi PR ini adalah perawatan pascabecanda, apalagi sekarang ini musim kemarau dan angin kencang, jadi untuk relawan masih sangat dibutuhkan di sana," kata dia.

Anak-anak disana sebagian besar sudah bisa bermain, sebagian lagi masih mengalami perawatan karena luka-luka. "Di sana bukan hanya tim medis tetapi ada tim relawan psikologi yang bisa menghibur. Di lokasi rata-rata orang tua banyak yang menjadi TKW, ada yang di Hongkong, di Malaysia, jadi rata-rata anak tinggal bersama neneknya atau keluarga yang lain," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR